Rasa Malu, Pengingat untuk Menjaga Norma Sosial

  • 06 Sep 2026 10:20 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Rasa malu sering dianggap sebagai perasaan yang muncul ketika seseorang menyadari bahwa dirinya melakukan sesuatu yang kurang pantas. Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan ini ternyata juga dapat membantu seseorang menjaga sikap dan perilaku ketika berhadapan dengan orang lain.

Dilansir dari jurnal Games, rasa malu berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk mengikuti aturan dan norma yang berlaku. Orang yang lebih mudah merasakan rasa malu dalam situasi tertentu cenderung lebih memperhatikan aturan dan menyesuaikan perilakunya dengan harapan sosial.

Rasa malu membuat seseorang berpikir kembali sebelum melakukan sesuatu yang dapat merugikan atau membuat orang lain merasa tidak nyaman. Perasaan tersebut dapat menjadi pengingat agar seseorang lebih berhati-hati dalam berbicara, bersikap, maupun mengambil keputusan.

Penelitian dalam British Journal of Social Psychology, menunjukkan rasa malu dapat muncul ketika seseorang menyadari adanya pelanggaran terhadap norma dalam hubungan sosial. Perasaan tersebut berkaitan dengan kesadaran bahwa perilaku yang dilakukan telah melewati batas yang dianggap pantas oleh lingkungan sosial.

Dalam kehidupan bermasyarakat, norma tidak selalu hadir dalam bentuk aturan tertulis. Ada pula kebiasaan, kesopanan, dan nilai yang dipahami bersama sehingga seseorang belajar membedakan mana perilaku yang pantas dan mana yang sebaiknya dihindari.

Meski demikian, rasa malu sebaiknya tidak dipahami sebagai perasaan yang membuat seseorang terus menyalahkan dirinya sendiri. Rasa malu yang sehat justru dapat menjadi kesempatan untuk menyadari kesalahan, memperbaiki sikap, dan belajar agar tidak mengulangi tindakan yang sama.

Di tengah perubahan cara berkomunikasi, norma sosial juga tetap penting untuk diperhatikan, termasuk ketika seseorang berinteraksi melalui media digital. Menjaga ucapan, menghormati privasi, dan tidak mempermalukan orang lain merupakan bentuk sederhana dari kesadaran sosial yang tetap relevan.

Rasa malu masih memiliki peran dalam membantu seseorang menjaga batas perilaku di tengah kehidupan bersama. Ketika disertai kesadaran dan kemauan untuk memperbaiki diri, rasa malu bukan sekadar perasaan tidak nyaman, tetapi dapat menjadi pengingat untuk tetap menghormati norma dan orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....