Menjaga Harmoni Melalui Tutur, karena Kata-kata Punya Kekuatan
- 31 Agt 2026 11:48 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpiang - Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hubungan antarmanusia. Melalui tutur kata, seseorang dapat menyampaikan pikiran, perasaan, maupun pendapat kepada orang lain. Namun, kata-kata juga memiliki kekuatan untuk membangun hubungan atau justru menimbulkan konflik. Karena itu, menjaga harmoni dapat dimulai dari cara kita berbicara.
Dikutip dari https://www.gramedia.com/literasi/mengapa-kita-harus-hidup-rukun/, tutur yang baik bukan berarti harus selalu menggunakan kata-kata yang formal atau sempurna. Terpenting adalah menyampaikan sesuatu dengan sopan, jelas, dan mempertimbangkan perasaan orang lain. Bahkan ketika sedang berbeda pendapat, seseorang tetap dapat menyampaikan pandangannya tanpa merendahkan atau menyerang pribadi lawan bicara.
Kebiasaan mendengarkan juga menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi. Tidak semua percakapan harus diisi dengan keinginan untuk menjawab. Terkadang, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya dapat mencegah kesalahpahaman. Mendengarkan dengan penuh perhatian menunjukkan, menghargai keberadaan dan sudut pandang orang lain.
Dalam keluarga, tutur kata yang lembut dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman. Teguran kepada anak, misalnya, tetap dapat disampaikan dengan tegas tanpa membentak atau mempermalukan. Begitu pula dalam hubungan pertemanan dan pekerjaan, komunikasi yang saling menghargai dapat membantu membangun kepercayaan dan kerja sama.
Di era media sosial, menjaga tutur kata menjadi semakin penting. Komentar dan unggahan yang ditulis di ruang digital dapat dibaca oleh banyak orang dan meninggalkan jejak. Perbedaan pendapat yang tidak disampaikan dengan bijak dapat berkembang menjadi pertengkaran atau bahkan perundungan. Karena itu, sebelum menulis atau mengirimkan sesuatu, penting untuk mempertimbangkan dampak dari kata-kata tersebut.
Menjaga harmoni melalui tutur juga bukan berarti menghindari semua perbedaan. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, yang perlu dijaga adalah bagaimana perbedaan tersebut disampaikan. Kritik dapat diberikan tanpa menghina, ketidaksetujuan dapat disampaikan tanpa kebencian, dan nasihat dapat diberikan tanpa merasa lebih tinggi dari orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....