Tekanan Media Sosial terhadap Kepercayaan Diri Remaja

  • 15 Agt 2026 00:17 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, hingga mengekspresikan diri. Di balik berbagai manfaat tersebut, media sosial juga dapat memberikan tekanan psikologis ketika remaja mulai membandingkan dirinya dengan apa yang mereka lihat di dunia maya.

Dilansir dari Journal of Psychosocial Nursing and Mental Health Services, penggunaan media sosial yang intens berkaitan dengan meningkatnya ketidakpuasan terhadap citra tubuh, rendahnya harga diri, serta menurunnya kesejahteraan psikologis pada remaja. Kajian tersebut juga menjelaskan bahwa internalisasi standar penampilan ideal di media sosial menjadi salah satu faktor yang memengaruhi cara individu menilai dirinya sendiri.

Pada masa remaja, pencarian jati diri membuat penilaian terhadap diri sendiri masih terus berkembang. Karena itu, komentar, jumlah tanda suka (likes), maupun unggahan yang dilihat setiap hari dapat memengaruhi pembentukan citra diri mereka.

Tidak sedikit remaja yang merasa harus memiliki penampilan, pencapaian, atau gaya hidup tertentu agar dianggap menarik dan diterima oleh lingkungan pertemanannya. Padahal, sebagian besar konten yang beredar di berbagai platform digital hanya menampilkan sisi terbaik seseorang dan belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Penelitian dalam Frontiers in Psychology menunjukkan penggunaan media sosial memiliki hubungan dengan rendahnya harga diri (self-esteem) ketika disertai kecenderungan melakukan perbandingan sosial. Tinjauan tersebut menjelaskan bahwa semakin sering individu membandingkan dirinya dengan orang lain di ruang digital, semakin besar risiko munculnya penilaian negatif terhadap diri sendiri.

Membangun kepercayaan diri di era digital memerlukan kemampuan untuk menggunakan media sosial secara lebih bijaksana. Remaja perlu menyadari bahwa setiap individu memiliki perjalanan hidup, kemampuan, dan tantangan yang berbeda sehingga tidak tepat jika terus membandingkan diri dengan orang lain.

Dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar juga berperan penting dalam membantu remaja membangun citra diri yang positif. Komunikasi yang terbuka, apresiasi terhadap potensi yang dimiliki, serta edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat dapat memperkuat rasa percaya diri mereka.

Media sosial sebaiknya dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar, berkarya, dan membangun relasi yang positif, bukan sebagai ukuran nilai diri. Dengan menggunakan media sosial secara bijak, remaja dapat menjaga kepercayaan diri sekaligus mendukung kesehatan mental di tengah perkembangan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....