Potensi Ekonomi Hijau untuk Masa Depan Indonesia
- 20 Jul 2026 17:32 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah sebagai modal besar untuk mendorong pembangunan. Tantangannya adalah memastikan potensi tersebut dikelola secara bijaksana sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan.
Dilansir dari Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, ekonomi hijau merupakan pendekatan pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. Konsep ini dinilai penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan, tetapi juga mendorong terciptanya aktivitas ekonomi yang lebih efisien dan rendah emisi. Dengan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, manfaat ekonomi dapat terus dirasakan tanpa mengurangi daya dukung lingkungan bagi generasi mendatang.
| Baca juga: Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup yang Jelas |
Strategi pembangunan ramah lingkungan dapat diterapkan melalui berbagai sektor, seperti pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, hingga industri yang lebih hemat energi. Di Indonesia, penerapan konsep ini mulai terlihat melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), rehabilitasi hutan dan mangrove, pengembangan kendaraan listrik, serta meningkatnya industri daur ulang yang mampu menciptakan nilai tambah dari limbah.
Berdasarkan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (Enhanced NDC) Indonesia, pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Target tersebut menunjukkan bahwa pembangunan rendah karbon menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan nasional sekaligus membuka peluang investasi, inovasi teknologi, dan penciptaan lapangan kerja hijau.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Economic, Business and Accounting (COSTING) juga menunjukkan bahwa penerapan ekonomi hijau berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan energi terbarukan, ekonomi sirkular, dan inovasi ramah lingkungan. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Keberhasilan upaya tersebut memerlukan dukungan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan, meningkatkan investasi hijau, serta membangun kesadaran bersama dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Bagi daerah seperti Kepulauan Riau, penerapan konsep ini dapat dikembangkan melalui pemanfaatan potensi wisata bahari yang berkelanjutan, pelestarian ekosistem mangrove, pengembangan energi surya di pulau-pulau kecil, serta penguatan sektor perikanan yang dikelola secara berkelanjutan. Selain itu, pengembangan UMKM berbasis hasil laut dengan penggunaan kemasan ramah lingkungan juga dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menjaga kelestarian sumber daya pesisir.
Pada akhirnya, ekonomi hijau bukan sekadar pilihan pembangunan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Melalui komitmen bersama, pendekatan ini dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan sumber daya alam tetap lestari untuk dinikmati oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....