Perundungan Ancam Mental Generasi Muda, Dorong Gerakan Aman

  • 22 Jun 2026 12:19 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang — Perundungan atau bullying masih menjadi persoalan serius yang dapat berdampak terhadap kesehatan mental generasi muda. Berdasarkan data Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada di peringkat ke-5 dari 78 negara dalam kasus bullying.

Fakta tersebut menjadi perhatian bersama bahwa perundungan bukan sekadar persoalan perilaku di lingkungan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak muda. Dilansir dari https://kemkes.go.id/ pemerintah terus mendorong upaya pencegahan dan penanganan perundungan. Kementerian Kesehatan juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari tindakan kekerasan dan perundungan.

Kelompok yang sering menjadi sasaran perundungan adalah mereka yang dianggap berbeda, baik karena memiliki keunikan, keterbatasan, maupun cara mengekspresikan diri. Hal tersebut dirangkum dalam istilah D-I-E-J-E-K, yaitu Disabilitas, Introvert, Etnis berbeda, Jarang berbaur, Ekspresi diri unik, dan Kurang percaya diri.

Dampak perundungan tidak dapat dianggap ringan. Korban dapat mengalami rasa cemas, menarik diri dari lingkungan sosial, gangguan kepercayaan diri, depresi, hingga penurunan prestasi belajar.

Untuk memutus rantai perundungan, masyarakat dan lingkungan pendidikan diajak menerapkan gerakan A-M-A-N dengan mengamati lingkungan sekitar, mendengar tanpa menghakimi, mengajak bicara serta memberikan dukungan moral, dan menyatakan penolakan terhadap segala bentuk perundungan. Dengan kepedulian bersama, ruang belajar dapat menjadi tempat yang lebih aman, suportif, dan inklusif bagi seluruh generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....