Tidur Cukup tapi Tetap Lelah, Ini Penyebabnya

  • 22 Jun 2026 12:10 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Rasa lelah merupakan kondisi yang umum dialami setiap orang. Namun, apabila seseorang tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup dan tidak melakukan aktivitas berat, hal tersebut perlu diperhatikan karena bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Dilansir dari Alodokter, keluhan mudah lelah yang tidak membaik meski sudah beristirahat cukup dapat menjadi tanda adanya gangguan pada tubuh maupun kondisi psikologis. Seorang pengguna menyampaikan keluhan mudah lelah, sering kembali tidur meskipun sudah beristirahat, napas terasa tidak teratur, kehilangan semangat, serta sulit berkonsentrasi.

Rasa lelah dapat dikatakan normal apabila membaik setelah tidur dan beristirahat. Namun, kelelahan yang berlangsung terus-menerus dan tidak membaik meskipun sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup perlu mendapat perhatian.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti anemia atau kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang dapat membuat seseorang merasa lemas, mudah mengantuk, pusing, dan kurang berenergi. Selain itu, sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan berkepanjangan yang disertai gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, dan perubahan emosi.

Gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan juga dapat memicu rasa lelah, hilangnya semangat, serta kesulitan fokus. Di sisi lain, beberapa penyakit seperti gangguan tiroid, diabetes, dan penyakit jantung juga dapat menimbulkan keluhan serupa.

Sementara itu, menjaga pola hidup sehat dapat membantu mengurangi keluhan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, melakukan relaksasi, menjaga waktu tidur sekitar enam hingga delapan jam sehari, mengonsumsi makanan bergizi, mengelola stres, melakukan kegiatan yang menyenangkan, membatasi konsumsi kafein, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Apabila rasa lelah terus terjadi, semakin mengganggu aktivitas, atau disertai keluhan seperti gangguan pernapasan dan perubahan kondisi emosional, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....