Bedakan Sikap Narsis dan Gangguan Kepribadian Narsistik
- 24 Mei 2026 17:42 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang — Istilah “narsis” kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang gemar tampil di media sosial atau terlalu percaya diri. Namun, ternyata perilaku narsis biasa berbeda dengan gangguan kepribadian narsistik yang termasuk masalah kesehatan mental.
Dilansir dari Alodokter, perilaku narsis pada dasarnya merupakan sikap kagum terhadap diri sendiri dan cenderung mementingkan diri pribadi. Dalam batas wajar, sifat ini justru dapat membantu seseorang memiliki rasa percaya diri, self-love, dan motivasi untuk menghadapi tantangan hidup.
Namun, perilaku tersebut perlu diwaspadai apabila sudah berlebihan dan berkembang menjadi gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD). Seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik biasanya merasa dirinya paling hebat, sulit menerima kritik, haus pujian, serta kurang memiliki empati terhadap orang lain. Penderita juga cenderung arogan, gemar memonopoli pembicaraan, hingga memanfaatkan orang lain demi mencapai keinginannya.
Meski tampak percaya diri, penderita gangguan ini sebenarnya memiliki kondisi psikologis yang lebih kompleks. Mereka sering merasa harus selalu dianggap spesial dan lebih unggul dibanding orang lain.
Berbeda dengan gangguan tersebut, orang yang memiliki sifat narsis normal umumnya masih mampu menyadari kesalahan, menerima kritik, serta memperbaiki hubungan sosial ketika menyakiti orang lain. Gangguan kepribadian narsistik dapat berdampak pada kehidupan sosial maupun pekerjaan. Karena itu, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dari psikolog atau psikiater.
Penanganan biasanya dilakukan melalui psikoterapi untuk membantu penderita memahami emosi, menerima keterbatasan diri, dan membangun hubungan sosial yang lebih sehat. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat memberikan obat antidepresan atau anticemas jika disertai gangguan kecemasan maupun depresi.
Masyarakat diimbau untuk lebih memahami perbedaan antara sikap narsis biasa dan gangguan kepribadian narsistik agar tidak mudah memberi label negatif kepada seseorang. Jika perilaku tersebut sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, konsultasi dengan tenaga profesional sangat dianjurkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....