Boedi Oetomo dan Awal Kebangkitan Bangsa Indonesia
- 19 Mei 2026 23:07 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei selalu mengingatkan bangsa Indonesia pada lahirnya semangat persatuan dan kesadaran nasional. Di tengah penjajahan yang membatasi pendidikan, ekonomi, dan kebebasan rakyat pribumi, lahir organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 sebagai awal kebangkitan bangsa.
Dikutip dari buku 80 Tahun Kebangkitan Nasional, Boedi Oetomo menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Organisasi ini lahir dari gagasan para pelajar STOVIA di Batavia yang ingin memajukan masyarakat pribumi melalui pendidikan.
STOVIA dikenal sebagai sekolah kedokteran bagi pribumi pada masa Hindia Belanda. Di tengah keterbatasan akses pendidikan bagi rakyat Indonesia kala itu, para pelajar STOVIA mulai menyadari pentingnya persatuan dan kemajuan bangsa.
Salah satu tokoh penting dalam lahirnya Boedi Oetomo adalah Dr. Soetomo. Semangat perjuangannya juga mendapat dorongan dari Dr. Wahidin Sudirohusodo yang aktif menyuarakan pentingnya pendidikan bagi generasi muda Indonesia.
Kehadiran Boedi Oetomo membawa perubahan dalam pola perjuangan bangsa Indonesia. Perjuangan yang sebelumnya bersifat kedaerahan mulai diarahkan menjadi gerakan yang terorganisasi dan memiliki semangat persatuan.
Semangat Boedi Oetomo kemudian menginspirasi lahirnya berbagai organisasi pergerakan lainnya di Hindia Belanda. Kesadaran bahwa rakyat Indonesia memiliki tujuan yang sama perlahan tumbuh dan menyebar ke berbagai daerah.
Proklamator Indonesia, Soekarno, pernah mengatakan, “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” Kutipan tersebut sejalan dengan semangat Boedi Oetomo dalam membangun rasa percaya diri bangsa melalui pendidikan dan persatuan.
Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang berdirinya sebuah organisasi. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat lahir dari gagasan sederhana dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Dari ruang belajar sederhana STOVIA, lahir semangat yang akhirnya menggerakkan bangsa menuju kemerdekaan. Semangat belajar, menjaga persatuan, dan peduli terhadap bangsa masih relevan bagi generasi muda Indonesia hingga saat ini.
Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional, masyarakat diajak kembali menumbuhkan semangat cinta tanah air dan gotong royong. Sebab kebangkitan bangsa bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana generasi hari ini melanjutkan perjuangan demi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....