Demam Berdarah dan Perubahan Cuaca, Apa Kaitannya?

  • 18 Mei 2026 13:47 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Perubahan cuaca sering kali menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue di berbagai daerah. Saat musim hujan tiba atau terjadi peralihan musim, banyak genangan air terbentuk di sekitar perumahan dan menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Melansir dari https://kemkes.go.id/id/waspada-penyakit-di-musim-hujan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan berbagai upaya dalam mencegah terjadinya kejadian luar biasa akibat dengue. Salah satu upaya tersebut, yakni mengupayakan terus budaya pemberantasan sarang nyamuk dengan mewujudkan terlaksananya gerakan satu rumah satu jumantik

Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak wadah penampung air, seperti kaleng bekas, pot bunga, ban kendaraan, hingga talang air menjadi sarang jentik nyamuk. Oleh karena itu, jika tidak rutin dibersihkan, tempat-tempat tersebut dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah.

Tak hanya musim hujan, perubahan suhu udara juga turut memengaruhi siklus hidup nyamuk. Selain itu, virus dengue di dalam tubuh nyamuk juga berkembang lebih cepat pada suhu tertentu, sehingga risiko penularan kepada manusia meningkat.

Musim pancaroba atau peralihan antara musim kemarau ke hujan sering kali menjadi periode yang perlu diwaspadai. Pada masa ini, hujan turun tidak menentu dan kadang disertai cuaca panas. Kombinasi tersebut menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk sekaligus memperpanjang daya hidupnya.

Masyarakat perlu memahami bahwa pencegahan demam berdarah tidak cukup hanya saat kasus meningkat. Upaya antisipasi harus dilakukan secara konsisten melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Peran keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran demam berdarah. Pemeriksaan jentik berkala, kerja bakti membersihkan area permukiman, serta edukasi kesehatan perlu terus digalakkan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Dengan memahami kaitan antara perubahan cuaca dan meningkatnya risiko demam berdarah, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan sigap melakukan langkah pencegahan. Cuaca memang tidak bisa dikendalikan, tetapi risiko penyakit dapat ditekan melalui perilaku hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....