Loose Parts Play, Cara Sederhana Asah Kreativitas Anak sejak Dini
- 25 Apr 2026 11:45 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Di tengah gempuran gawai dan permainan digital, banyak anak mulai kehilangan kesempatan untuk mengeksplorasi dunia nyata secara bebas. Padahal, kemampuan berkreasi dan berpikir mandiri justru tumbuh dari pengalaman sederhana yang memberi ruang bagi imajinasi berkembang.
Salah satu pendekatan yang kini banyak diperbincangkan adalah loose parts play, yaitu aktivitas menggunakan benda-benda lepas yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel. Konsep ini memberi kebebasan kepada si kecil untuk menciptakan berbagai bentuk aktivitas sesuai imajinasi mereka.
Studi dalam jurnal Communications Psychology menyebutkan bahwa metode ini mendorong mereka untuk bereksperimen, menguji ide, serta memecahkan masalah secara mandiri. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses tersebut menjadi pintu masuk alami dalam memahami konsep STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui pengalaman trial and error.
Tidak hanya itu, pendekatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengambil keputusan. Mereka belajar bahwa tidak ada jawaban yang salah dalam proses eksplorasi, melainkan kesempatan untuk mencoba hal baru.
Dilansir dari AIMS Public Health, konsep ini memungkinkan si kecil mengambil risiko, memicu daya imajinasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian. Para pendidik juga menilai aktivitas ini memberikan manfaat sosial dan kognitif yang penting bagi tumbuh kembang usia prasekolah.
Menariknya, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk menerapkan konsep ini di rumah. Berbagai benda sederhana di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi media eksplorasi yang edukatif.
| Baca juga: Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Pola Asuh |
Misalnya, si kecil dapat memanfaatkan batu, daun kering, ranting, atau pasir untuk membentuk kreasi imajinatif. Selain itu, benda seperti tutup botol, kardus bekas, sendok plastik, atau kancing baju juga bisa disusun menjadi berbagai bentuk menarik.
Aktivitas sederhana seperti menyusun menara dari gelas plastik, membuat jalur bola dari kardus, atau merancang “rumah-rumahan” dari bantal dan kain dapat merangsang daya pikir. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih koordinasi, logika, dan daya cipta.
Peran orang tua dalam konsep ini bukanlah mengarahkan, melainkan mendampingi dan memberi ruang eksplorasi. Dengan kebebasan yang terarah, si kecil akan lebih percaya diri dalam mengekspresikan ide-idenya.
Dengan demikian, loose parts play menjadi solusi sederhana namun berdampak besar dalam mendukung tumbuh kembang. Tanpa biaya mahal, orang tua sudah dapat menghadirkan pengalaman belajar yang kaya, menyenangkan, dan bermakna di rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....