Upaya Peran Keluarga Cegah Kekerasan dalam Rumah Tangga

  • 22 Apr 2026 20:47 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga. Firdaus, seorang Tokoh Masyarakat di Tanjungpinang, mengungkapkan KDRT memiliki bentuk yang sangat beragam dan bisa terjadi dalam berbagai pola relasi rumah tangga. Menurutnya, pemahaman masyarakat yang masih rendah mengenai batasan kekerasan sering kali dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan kurangnya literasi moral.

Ia juga menekankan pencegahan harus dimulai dari akar rumput, yakni lingkungan terkecil keluarga. Ia menyoroti pentingnya penanaman nilai-nilai spiritual pada generasi muda. "KDRT bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Itulah mengapa sangat penting memberikan pendidikan dasar agama sejak dini kepada anak agar mereka memiliki landasan moral yang kuat dalam menghargai sesama," ucap Firdaus, Rabu, 22 April 2026.

Selain faktor pendidikan, Firdaus juga menyoroti tantangan modern terkait penggunaan teknologi komunikasi. Menurutnya, penggunaan handphone (HP) yang tidak terkendali di dalam rumah sering kali menjadi pemicu konflik yang berujung pada kekerasan. Ia menyarankan adanya batasan yang jelas agar interaksi antar anggota keluarga tetap terjaga secara kualitas tanpa distraksi berlebihan dari dunia maya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan orang tua memegang kendali utama sebagai cermin bagi anak-anak mereka. Tanpa contoh perilaku yang nyata, pesan-pesan kebaikan hanya akan menjadi slogan semata."Orang tua adalah teladan utama. Kita harus memberikan contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari karena anak akan meniru apa yang mereka lihat di rumah, bukan hanya apa yang mereka dengar," katanya.

Melalui pendekatan yang komprehensif ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mawas diri dalam membina hubungan rumah tangga. Sinergi antara pendidikan agama, pengawasan teknologi, dan keteladanan orang tua menjadi strategi kunci untuk memutus mata rantai KDRT. Dengan lingkungan keluarga yang sehat, diharapkan akan lahir generasi masa depan yang lebih harmonis dan jauh dari tindakan anarkis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....