Dari Rumah, Zero Waste Jadi Solusi Sampah Makanan

  • 21 Apr 2026 09:27 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Persoalan sampah makanan telah menjadi isu krusial yang mengancam kelestarian lingkungan sekaligus mencerminkan ketimpangan sosial di Indonesia. Perlu disadari bahwa setiap sisa makanan yang terbuang memiliki dampak berantai yang merugikan bagi bumi dan masa depan generasi mendatang.

Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2021, Indonesia menghasilkan 23–48 juta ton sampah makanan setiap tahun, atau setara dengan 115–184 kilogram per orang. Jika dimanfaatkan, jumlah ini bahkan cukup untuk memberi makan 61–125 juta penduduk, atau sekitar 29–47 persen populasi.

Gaya hidup zero waste atau nol sampah muncul sebagai solusi konkret yang bisa dimulai langsung dari dapur rumah tangga pribadi. Konsep ini menitikberatkan pada upaya meminimalisir produksi sampah sejak tahap perencanaan belanja hingga proses konsumsi berakhir.

Langkah awal yang paling sederhana adalah dengan membuat daftar belanja mingguan agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang berlebihan. Dengan merencanakan menu makan secara saksama, dapat memastikan bahwa semua bahan baku yang dibeli akan habis terpakai tepat waktu.

Penyimpanan bahan makanan yang benar juga memegang peranan penting dalam memperpanjang usia simpan sayuran, buah, dan protein hewani. Teknik merapikan isi kulkas atau food prep terbukti sangat efektif dalam menjaga kesegaran bahan makanan agar tidak cepat membusuk.

Selain mengelola bahan mentah, juga harus bijak dalam mengatur porsi makan agar tidak ada nasi atau lauk yang tersisa di piring. Jika memang terdapat makanan berlebih, sebaiknya segera disimpan kembali atau dibagikan kepada tetangga yang membutuhkan sebelum kualitasnya menurun.

Untuk sisa organik yang tidak bisa dikonsumsi seperti kulit buah atau batang sayur, proses pengomposan adalah jalan keluar yang sangat ramah lingkungan. Pupuk kompos hasil olahan mandiri ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah tanpa perlu biaya tambahan.

Menerapkan prinsip zero waste bukan berarti harus langsung sempurna dalam segala hal, melainkan tentang konsistensi melakukan perubahan kecil setiap hari. Semangat kolektif dari lingkup keluarga ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam menekan angka sampah nasional secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....