Pernah Ketindihan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 13 Apr 2026 15:57 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ketindihan merupakan kondisi ketika seseorang sadar tetapi tidak mampu bergerak, sering disertai halusinasi yang terasa sangat nyata. Fenomena ini dikenal sebagai sleep paralysis dan telah dijelaskan secara ilmiah sebagai gangguan sementara antara tidur dan kesadaran.
Banyak orang melaporkan melihat sosok, mendengar suara, atau merasakan tekanan di tubuh saat mengalami kondisi tersebut. Penelitian dari Sleep Research Society menunjukkan lebih dari 30 persen orang pernah mengalami sleep paralysis setidaknya sekali seumur hidup.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh masih berada dalam fase tidur REM, sementara otak sudah mulai terbangun lebih dulu. Dalam fase ini, tubuh memang “dimatikan” sementara untuk mencegah kita bergerak mengikuti mimpi yang sedang terjadi.
Namun, ketika kesadaran muncul lebih cepat, seseorang terjebak dalam kondisi sadar tanpa bisa menggerakkan tubuhnya sendiri. Studi dalam jurnal Nature Reviews Neuroscience menjelaskan ketidaksinkronan ini sebagai penyebab utama munculnya sensasi ketindihan yang menakutkan.
Halusinasi yang muncul seringkali berbentuk sosok atau bayangan karena otak masih berada dalam mode mimpi. Penelitian menunjukkan otak menggabungkan mimpi dengan realitas, sehingga pengalaman terasa sangat nyata dan sulit dibedakan.
Selain itu, tekanan di dada yang sering dirasakan sebenarnya berkaitan dengan pola pernapasan saat tidur REM berlangsung. American Academy of Sleep Medicine menjelaskan bahwa perubahan ritme napas dapat memicu sensasi seperti tertindih sesuatu di tubuh.
Faktor pemicu kondisi ini antara lain kurang tidur, stres, serta pola tidur yang tidak teratur dalam jangka waktu tertentu. Studi psikologi tidur menemukan individu dengan tingkat kecemasan tinggi lebih sering mengalami sleep paralysis dibandingkan kondisi normal.
Meski terasa menyeramkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa detik. Para ahli menyarankan menjaga kualitas tidur dan mengelola stres untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pengalaman tersebut.
Jadi, ketika kamu merasa “ditindih” saat tidur, kemungkinan besar itu bukan makhluk tak kasat mata di sekitarmu. Melainkan tubuh dan otakmu yang belum sinkron, menciptakan pengalaman yang terasa nyata namun sebenarnya berasal dari dalam diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....