Pelaku Bullying ternyata juga Terluka
- 02 Apr 2026 10:51 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kasus bullying sering dipandang hanya dari sisi korban padahal penelitian terbaru mengungkap sisi lain yang jarang dibahas publik. Sejumlah studi menunjukkan pelaku bullying juga memiliki masalah psikologis yang memengaruhi perilaku agresif mereka terhadap orang lain.
Penelitian dari American Psychological Association, menemukan pelaku bullying cenderung memiliki tingkat stres dan konflik emosional yang lebih tinggi dibandingkan remaja lainnya. Kondisi ini sering dipicu oleh tekanan lingkungan keluarga serta pengalaman negatif yang tidak terselesaikan sejak usia dini.
Studi di Seoul National University juga mengungkap pelaku bullying memiliki risiko lebih besar mengalami depresi serta kesulitan mengelola emosi dalam kehidupan sehari hari. Mereka kerap menggunakan perilaku agresif sebagai cara melampiaskan tekanan psikologis yang tidak mampu mereka ungkapkan secara sehat.
Fenomena ini menunjukkan bullying bukan sekadar tindakan kejam melainkan sinyal adanya masalah yang lebih dalam pada pelaku. Tanpa penanganan yang tepat perilaku tersebut dapat terus berulang dan berkembang menjadi pola yang merugikan diri sendiri serta orang lain.
Meski demikian para ahli menegaskan bahwa kondisi ini bukan pembenaran atas tindakan bullying yang dilakukan pelaku terhadap korban. Tindakan tersebut tetap berdampak serius dan dapat meninggalkan luka emosional jangka panjang bagi korban yang mengalaminya.
Di sisi lain pendekatan yang hanya menghukum pelaku tanpa memahami akar masalah dinilai kurang efektif dalam menghentikan siklus bullying. Pendekatan yang lebih komprehensif diperlukan agar pelaku dapat memahami perilaku mereka sekaligus belajar cara mengelola emosi dengan baik.
Lingkungan sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam mendeteksi tanda tanda tekanan psikologis pada anak sejak dini. Dukungan emosional yang tepat dapat membantu mencegah munculnya perilaku agresif yang berpotensi berkembang menjadi tindakan bullying.
Riset ini menjadi pengingat bahwa bullying adalah masalah kompleks yang melibatkan banyak faktor dalam kehidupan sosial remaja saat ini. Dengan pemahaman yang lebih luas upaya pencegahan diharapkan tidak hanya melindungi korban tetapi juga memperbaiki kondisi pelaku secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....