Api Kayu Bakar Solusi Memasak dalam Waktu Lama

  • 29 Mar 2026 20:58 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID Tanjungpinang : Sering mendengar pepatah, api ketika kecil memjadi kawan ketika besar menjadi lawan. Itu berarti, harus berhati-hati bermain dengan api. Api menjadi salah satu unsur penting dalam kehidupan. Api kecil sangat mendukung aktifitas kehidupan sehari-hari.

Salah satu kegunaan api adalah menggunakannya untuk memasak baik dalam penggunaan gas, minyak tanah maupun kayu bakar. Namun untuk menghidupkan api pada kayu bakar bukan sesuatu yang mudah. Namun https://www.masterclass.com/articles/how-to-start-a-fire memberikan beberapa tips menghidupkan api dengan bahan kayu :

Pertama, buat lingkaran api . Pilih tempat yang rata di tanah untuk membuat api. Jika memiliki sekop, gunakan untuk menggali lubang api. Setelah itu gunakan ranting kecil untuk membuat alas . Letakkan beberapa ranting kecil atau dahan secara rata di tanah untuk menutupi dasar lingkaran api.

Ini akan menciptakan alas yang memungkinkan aliran udara di bawah bahan bakar. Siapkan bahan penyala api . Selanjutnya, kumpulkan rumput kering, daun, kulit kayu birch, dan/atau jarum pinus lalu letakkan di atas ranting. Selain ranting, juga bisa menggunakan bola kapas, serat pengering pakaian, atau serbuk gergaji jika ada.

Setelah itu, nyalakan api . Jika memiliki korek api atau pemantik, gunakan untuk menyalakan bahan bakar. Atau, dapat juga menggunakan batu api atau bor busur untuk menyalakan api. Tambahkan kayu bakar secara perlahan.

Gunakan kapak atau pisau untuk memecah kayu menjadi potongan-potongan kecil. Tambahkan beberapa potongan kayu bakar kecil ke bahan penyala api. Perlahan tambahkan potongan yang lebih besar hingga Anda mendapatkan nyala api yang cukup besar.

Setelah itu tambahkan kayu gelondong yang lebih besar . Mulailah menambahkan kayu gelondong yang lebih besar dalam formasi tenda atau pondok kayu. Gunakan kayu kering untuk menghindari asap dan bara api yang berlebihan.

Membuat api dengan kayu bakar sampai saat ini masih digunakan di pelosok-pelosok desa dan juga digunakan dalam memasak ketupat atau rendang yang membutuhkan waktu yang sangat lama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....