Shalat Istisqa’, Ikhtiar Spiritual Memohon Turunnya Hujan

  • 28 Mar 2026 07:22 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau yang berkepanjangan, masyarakat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Istisqa’, yaitu salat sunnah yang dilakukan secara berjamaah untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk.

Dikutip dari https://kemenag.go.id/kolom/salat-istisqa, Shalat Istisqa’ memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam dan telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai riwayat, Rasulullah melaksanakan salat ini ketika terjadi kekeringan yang menyebabkan kesulitan bagi masyarakat, khususnya dalam hal pertanian dan ketersediaan air.

Secara tata cara, Shalat Istisqa’ dilaksanakan sebanyak dua rakaat di lapangan terbuka, mirip dengan pelaksanaan salat Id. Setelah salat, imam menyampaikan khutbah yang berisi ajakan untuk memperbanyak istighfar, bertaubat, serta meningkatkan kepedulian sosial. Salah satu ciri khas dari pelaksanaan salat ini adalah anjuran untuk membalik posisi selendang atau pakaian sebagai simbol harapan perubahan keadaan dari kekeringan menjadi keberkahan.

Dalam perspektif Fiqih, pelaksanaan Shalat Istisqa’ tidak hanya sebatas ritual ibadah, tetapi juga mengandung nilai-nilai introspeksi diri. Umat diajak untuk menyadari bahwa bencana kekeringan bisa menjadi pengingat untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki hubungan antar sesama, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, Shalat Istisqa’ juga mencerminkan semangat kebersamaan. Masyarakat berkumpul tanpa memandang status sosial, bersatu dalam doa dan harapan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi kesulitan, solidaritas dan kebersamaan menjadi kekuatan penting.

Tokoh ulama besar, Imam Nawawi, menjelaskan bahwa dianjurkan sebelum pelaksanaan Shalat Istisqa’, umat Islam memperbanyak puasa sunnah, sedekah, serta menjauhi perbuatan maksiat. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan hati dan meningkatkan kualitas doa yang dipanjatkan.

Dengan demikian, Shalat Istisqa’ bukan hanya sekadar upaya memohon hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri secara spiritual dan sosial. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, ibadah ini menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya bergantung pada usaha lahiriah, tetapi juga pada kekuatan doa dan kedekatan kepada Sang Pencipta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....