Menjauhi Sikap Adu Domba Demi Menjaga Keharmonisan Sosial
- 11 Mar 2026 08:20 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.iD, Tanjungpinang -Dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga hubungan yang harmonis menjadi hal yang sangat penting. Salah satu sikap yang perlu dihindari adalah perilaku adu domba atau menghasut pihak satu dengan pihak lainnya. Sikap ini dapat merusak hubungan, menimbulkan konflik, bahkan memecah persatuan di tengah masyarakat.
Perilaku menghasut sering kali muncul melalui perkataan yang tidak benar, penyebaran kabar yang belum tentu kebenarannya, atau cerita yang sengaja dilebih-lebihkan agar memancing emosi orang lain. Dalam situasi tertentu, hasutan dapat membuat seseorang bertindak tanpa berpikir panjang sehingga memperkeruh keadaan dan merusak hubungan yang sebelumnya baik.
Dikutip dari https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-namimah/, adu domba biasanya muncul melalui penyebaran informasi yang tidak benar, perkataan yang dipelintir, atau cerita yang sengaja dilebih-lebihkan agar menimbulkan kesalahpahaman. Jika dibiarkan, perilaku ini dapat memicu pertengkaran dan menurunkan rasa saling percaya antar individu maupun kelompok.
Dalam kehidupan sosial, sikap saling menghormati dan menjaga komunikasi yang baik menjadi kunci untuk mencegah munculnya konflik. Setiap orang diharapkan mampu menahan diri untuk tidak menyebarkan kabar yang belum tentu kebenarannya. Mengedepankan sikap tabayun atau mencari kejelasan informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya dapat membantu mencegah terjadinya kesalahpahaman.
Selain itu, masyarakat juga perlu menumbuhkan nilai kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi etika dalam berbicara. Dengan membangun budaya komunikasi yang sehat, lingkungan sosial akan menjadi lebih damai dan kondusif.
Menjauhi sikap adu domba merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan dan memperkuat ikatan sosial. Dengan saling menjaga perkataan serta mempererat rasa persaudaraan, masyarakat dapat menciptakan kehidupan yang rukun, aman, dan penuh keharmonisan.