Flash Sale Picu Ketakutan Kehilangan Kesempatan

  • 10 Mar 2026 10:34 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Fenomena flash sale semakin populer dalam platform belanja digital yang menawarkan potongan harga besar dalam waktu terbatas. Strategi ini sering membuat konsumen merasa harus segera membeli sebelum kesempatan tersebut benar-benar hilang.

Penelitian perilaku konsumen dari University of Oxford dan University of Cambridge menyoroti efek psikologis promosi berbatas waktu. Studi tersebut menunjukkan promosi singkat dapat meningkatkan tekanan psikologis yang mendorong keputusan pembelian lebih cepat.

Para peneliti menjelaskan fenomena ini berkaitan dengan konsep psikologi yang dikenal sebagai fear of missing out atau FOMO. FOMO menggambarkan perasaan cemas ketika seseorang merasa berpotensi kehilangan pengalaman atau kesempatan yang dimiliki orang lain.

Dalam konteks belanja digital FOMO muncul ketika konsumen melihat produk dengan label stok terbatas atau waktu promo singkat. Pesan seperti “tersisa beberapa menit” atau “stok hampir habis” memperkuat rasa urgensi dalam keputusan membeli.

Penelitian pemasaran internasional menunjukkan tekanan waktu membuat konsumen lebih fokus pada potensi keuntungan daripada kebutuhan nyata. Akibatnya proses evaluasi rasional terhadap produk sering menjadi lebih singkat dibandingkan keputusan belanja normal.

Studi dalam jurnal Journal of Business Research juga menemukan promosi waktu terbatas meningkatkan kemungkinan pembelian impulsif. Konsumen lebih sering membeli barang tambahan ketika mereka merasa kesempatan tersebut tidak akan datang kembali.

Fenomena ini menjelaskan mengapa banyak platform e-commerce menggunakan fitur hitung mundur dalam promosi flash sale. Tampilan waktu yang terus berkurang memperkuat sensasi urgensi dan meningkatkan dorongan untuk membeli.

Para ahli menyarankan konsumen memberi waktu jeda sebelum memutuskan membeli dalam program flash sale. Jeda sederhana membantu otak kembali mengevaluasi apakah produk tersebut benar-benar diperlukan atau hanya dipicu rasa takut kehilangan kesempatan.

Rekomendasi Berita