Cancel Culture dan Psikologi Kerumunan Digital

  • 06 Mar 2026 11:27 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Fenomena cancel culture semakin sering terlihat dalam dinamika media sosial beberapa tahun terakhir ini. Satu kesalahan figur publik dapat memicu gelombang kritik masif dari ribuan pengguna internet secara serempak.

Psikologi sosial menjelaskan kondisi tersebut melalui konsep group polarization dalam diskusi kelompok daring. Teori ini menunjukkan opini individu dapat menjadi lebih ekstrem setelah berdiskusi dengan kelompok sependapat.

Penelitian dari Stanford University, mengkaji bagaimana diskusi kelompok memperkuat sikap awal anggotanya secara signifikan. Hasilnya menunjukkan individu cenderung mengadopsi posisi lebih tegas setelah terpapar dukungan mayoritas sejalan.

Di media sosial algoritma turut memperkuat efek ini melalui paparan konten searah berulang. Ruang gema digital membuat pengguna jarang melihat sudut pandang berbeda dari kelompoknya sendiri.

Ketika emosi kolektif meningkat penilaian moral sering menjadi semakin keras dan tidak kompromistis. Akibatnya figur yang menjadi sasaran kritik dapat mengalami tekanan psikologis dan reputasi jangka panjang.

Fenomena ini juga dipengaruhi anonimitas yang mengurangi rasa tanggung jawab personal dalam berkomentar. Individu merasa menjadi bagian dari massa sehingga beban moral tersebar dan terasa lebih ringan.

Efek psikologis, tidak hanya dirasakan target kritik tetapi juga partisipan dalam gelombang tersebut. Keterlibatan dalam kemarahan kolektif dapat meningkatkan stres serta memperkuat polarisasi sosial berkelanjutan.

Ahli menilai pentingnya kesadaran kritis sebelum ikut arus opini yang sedang viral. Memeriksa informasi secara menyeluruh dapat membantu mencegah polarisasi berlebihan dalam ruang digital publik.

Pendekatan literasi digital dinilai krusial untuk membangun diskusi sehat tanpa memperkuat ekstremisme daring. Dengan refleksi bersama masyarakat dapat mengurangi dampak destruktif psikologi kerumunan di internet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....