Impostor Syndrome Hantui Profesional Sukses

  • 06 Mar 2026 11:24 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Banyak profesional berprestasi ternyata diam-diam meragukan kemampuan diri sendiri meski memiliki rekam jejak akademik dan karier gemilang. Fenomena ini dikenal sebagai impostor syndrome dalam literatur psikologi organisasi modern internasional.

Istilah impostor syndrome pertama kali diperkenalkan oleh Psikolog Pauline Clance, pada dekade tujuh puluhan di Amerika Serikat. Konsep ini menggambarkan perasaan tidak layak atas pencapaian meskipun terdapat bukti objektif keberhasilan yang jelas.

Penelitian dari Georgia State University, menemukan banyak pekerja berprestasi mengalami pola pikir meragukan diri secara konsisten. Studi tersebut menyoroti bagaimana individu sukses sering mengaitkan keberhasilan pada faktor eksternal semata seperti keberuntungan.

Sebaliknya kegagalan kecil cenderung dianggap sebagai bukti ketidakmampuan pribadi yang selama ini tersembunyi rapat. Pola pikir ini menciptakan kecemasan kronis serta ketakutan suatu saat akan dianggap tidak kompeten oleh lingkungan kerja.

Peneliti menjelaskan tekanan lingkungan kompetitif memperkuat kecenderungan membandingkan diri dengan standar tinggi tidak realistis. Media sosial profesional juga memperbesar ekspektasi karena hanya menampilkan sisi keberhasilan tanpa proses kegagalan.

Dampak psikologisnya dapat berupa stres berkepanjangan kelelahan emosional hingga penurunan kepuasan kerja signifikan. Beberapa individu bahkan menolak promosi jabatan karena merasa tidak pantas menerima tanggung jawab lebih besar.

Ahli psikologi menyarankan pentingnya pengakuan diri atas capaian berbasis data objektif dan umpan balik konstruktif. Pendekatan ini membantu individu membangun kepercayaan diri lebih stabil serta mengurangi distorsi kognitif negatif.

Kesadaran terhadap impostor syndrome menjadi langkah awal mencegah dampak kesehatan mental yang lebih serius. Dengan dukungan organisasi dan komunikasi terbuka profesional dapat mengelola keraguan tanpa menghambat perkembangan kariernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....