Nikah itu Butuh Cinta atau Rekening

  • 27 Feb 2026 12:06 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pernikahan sering dimulai dengan kalimat manis, “yang penting kita saling cinta”. Tentang dua orang yang saling memilih, saling percaya, dan berjanji untuk berjalan bersama dalam segala keadaan. Cinta membuat semuanya terasa indah, ringan, dan penuh harapan.

Tapi setelah pesta selesai dan tamu pulang, kehidupan nyata dimulai. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi, ada tanggung jawab yang tidak bisa ditunda. Pada titik itu, pertanyaan mulai muncul apakah cinta saja cukup?

Sebagian orang percaya, kalau sudah bersama orang yang tepat, rezeki akan mengikuti. Mereka yakin komitmen dan kerja keras bisa membangun segalanya dari nol. Karena bagi mereka, yang terpenting adalah keberanian untuk memulai.

Namun ada juga yang memilih menunggu. Menunggu sampai penghasilan stabil, tabungan aman, dan masa depan terasa lebih jelas. Bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta berubah jadi tekanan saat ekonomi tidak berjalan baik.

Realitanya, banyak konflik rumah tangga berawal dari masalah finansial. Bukan karena kurang kasih sayang, tetapi karena lelah menghadapi tuntutan hidup. Uang memang bukan segalanya, tapi kekurangan uang bisa memengaruhi segalanya.

Di sisi lain, pernikahan tanpa cinta juga terasa kosong. Rumah mungkin nyaman, kebutuhan tercukupi, tapi hati terasa jauh. Hubungan berubah seperti kewajiban, bukan lagi kebersamaan.

Jadi, nikah itu butuh cinta atau rekening? Jawabannya bukan memilih salah satu. Pernikahan butuh cinta yang dewasa dan rekening yang bertanggung jawab. Karena cinta membuat kita bertahan, dan kestabilan membuat kita tenang menjalani masa depan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....