Kolaborasi Konservasi Mangrove GLI Kepri bersama Heroes UMRAH

  • 15 Feb 2026 11:53 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI. CO. ID, Lingga – Upaya rehabilitasi ekosistem pesisir kembali dilakukan di Desa Tajur Biru, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, pada Minggu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini berupa penanaman mangrove yang dilaksanakan di kawasan pemukiman Suku Laut sebagai bentuk komitmen nyata pelestarian lingkungan.

Aksi tersebut merupakan inisiatif, Elfa Restiani, selaku Leader Green Leadership Indonesia (GLI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang saat itu berkunjung ke kampung halaman ayahnya. "Momentum tersebut jadi kesempatan untuk menghadirkan aksi nyata konservasi pesisir yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Elfa.

Penanaman mangrove dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Mangrove Heroes UMRAH sebagai bentuk sinergi komunitas. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya kerja bersama dalam mendukung rehabilitasi lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

Sebanyak 25 bibit mangrove ditanam di area belakang pemukiman Suku Laut atau wilayah hulu pesisir dengan melibatkan masyarakat setempat dan remaja desa. "Bibit tersebut diperoleh melalui dukungan BPDAS Sei Jang Duriangkang sebagai penyedia bibit rehabilitasi pesisir di wilayah Kepri," ujarnya.

Dalam proses distribusi, bibit diberangkatkan menuju Lingga menggunakan kapal feri. Setibanya di pelabuhan, bibit langsung dibawa menuju lokasi penanaman untuk memastikan kualitas tetap terjaga.

"Penanaman dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB, dengan menyesuaikan kondisi air laut yang mulai pasang agar bibit tertanam optimal," tuturnya.

Berdasarkan informasi warga setempat, beberapa upaya penanaman mangrove sebelumnya di lokasi tersebut mengalami kegagalan tumbuh. Karena itu, pendekatan bertahap dinilai lebih strategis guna memastikan keberhasilan rehabilitasi pesisir.

“Sebagai Leader GLI Kepri dan sebagai anak pesisir yang berasal dari Natuna, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyuarakan isu lingkungan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa lebih baik sedikit namun berhasil tumbuh daripada banyak tetapi kembali mati demi memastikan dampak nyata bagi pesisir. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa mangrove merupakan benteng alami pesisir yang berperan penting menjaga garis pantai dari abrasi. Mangrove juga berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem laut serta menopang keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

"Kolaborasi antara GLI Kepri, Mangrove Heroes UMRAH, serta dukungan BPDAS Sei Jang Duriangkang diharapkan menjadi langkah awal menuju gerakan rehabilitasi pesisir yang lebih berkelanjutan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....