Tanaman Diam-diam Bisa Pindah Posisi
- 04 Feb 2026 14:37 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Beberapa tumbuhan tampak berpindah posisi perlahan karena arah tumbuhnya selalu mengikuti sumber cahaya matahari setiap hari. Fenomena ini disebut fototropisme, yaitu respons alami batang dan daun terhadap intensitas cahaya lingkungan sekitarnya.
Penelitian University of Cambridge, menjelaskan hormon auksin membantu sel tanaman memanjang di sisi yang lebih gelap. Akibatnya batang membengkok perlahan menuju cahaya sehingga terlihat seperti tanaman sedang berjalan secara alami setiap waktu.
Gerakan tersebut sebenarnya sangat lambat sehingga mata manusia jarang menyadari perubahan posisi tanaman setiap harinya langsung. Namun dokumentasi video time-lapse memperlihatkan pergeseran arah tumbuh tanaman berlangsung jelas dan konsisten dalam eksperimen ilmiah.
Beberapa tanaman rambat menunjukkan perubahan arah paling terlihat terutama ketika mencari penyangga atau permukaan tempat merambat. Studi Jurnal Plant Physiology, menyebut gerakan ini dipengaruhi cahaya suhu kelembapan serta gravitasi bumi lingkungan sekitar.
Fenomena ini sering disalahartikan sebagai tanaman berpindah tempat padahal hanya pertumbuhan arah batang dan daun berbeda. Ilmuwan menegaskan tidak ada perpindahan akar melainkan perubahan orientasi tubuh tanaman mengikuti rangsangan cahaya harian.
Eksperimen sekolah sering menggunakan kecambah kacang hijau karena respons fototropismenya cepat dan mudah diamati pelajar langsung. Metode sederhana tersebut membantu pemahaman sains mengenai hubungan cahaya pertumbuhan serta adaptasi organisme tumbuhan terhadap lingkungan.
Laporan riset Royal Society of Biology Inggris, menilai fototropisme menjadi bukti kecerdasan adaptif tanaman tanpa sistem saraf. Temuan ini memperlihatkan tumbuhan memiliki mekanisme respons lingkungan kompleks meski tidak bergerak seperti hewan pada umumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....