Berbagi Cerita Boleh, Tapi Oversharing Jangan

  • 29 Jan 2026 14:53 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID,Tanjungpinang – Berbagi cerita dengan orang terdekat memang hal yang biasa untuk dilakukan, baik itu cerita yang biasa atau bahkan yang sifatnya rahasia. Namun yang perlu diketahui adalah, jangan sampai hal itu berubah menjadi oversharing karena dapat merugikan diri sendiri.

Praktisi Psikologi, Afitri Susanti mengatakan, perilaku oversharing terkadang memang tidak disadari oleh para pelakunya. Hal ini karena tindakan tersebut sudah sering dilakukan sehingga menjadi hal yang biasa.

“Tapi bukan berarti kita gak bisa tau level kita hanya curhat atau udah oversharing,” kata Afitri, Kamis 29 Januari 2026.

Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan petunjuk seseorang sudah masuk kategori oversharing atau tidak. Misalnya ketika seseorang menceritakan secara berlebihan tentang kehidupan pribadinya kepada orang lain tanpa filter.

Selain dalam bentuk curhatan yang berlebihan kepada orang lain secara langsung, membagikan semua hal di sosial media juga merupakan bentuk oversharing. Seperti terlalu sering mengunggah aktivitas, rutinitas, atau momen secara detail atau terperinci.

“Cuma banyak juga yang gak terima kalau mereka disebut oversharing,” ucapnya.

Beberapa dampak negatif dari perilaku oversharing pada seseorang adalah dapat menjadi sasaran penipuan, peretasan atau kejahatan siber lainnya. Informasi yang dibagikan dapat juga membuat reputasi menjadi buruk serta menimbulkan kecanduan dan memperburuk masalah psikologis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....