Social Battery Gen Z Makin Cepat Habis
- 18 Jul 2025 11:19 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Nongkrong yang dulu jadi simbol keakraban, kini mulai kehilangan daya tarik di kalangan Gen Z. Alih-alih ramai-ramai di kafe, banyak dari mereka lebih memilih pulang cepat atau bahkan tak datang sama sekali.
Istilah social battery menggambarkan kapasitas energi seseorang untuk bersosialisasi. Ketika baterai ini habis, seseorang cenderung menarik diri, lelah, dan membutuhkan waktu untuk menyendiri agar bisa recharge.
Di kalangan Gen Z (kelahiran 1997–2012), konsep ini tak sekadar istilah, tapi benar-benar dirasakan sebagai bagian dari keseharian. Banyak dari mereka mulai menyadari bahwa bersosialisasi terus-menerus bisa menguras energi mental, terutama di tengah tekanan sosial dan digital yang makin kompleks.
Sebuah studi dari Pew Research Center (2024) menunjukkan bahwa 62% Gen Z di berbagai negara merasa cepat lelah setelah berinteraksi sosial secara langsung. Sedangkan 54% lebih memilih komunikasi digital (chat, DM) daripada bertemu langsung.
Kemudian, studi ini juga menemukan bahwa 1 dari 3 responden Gen Z menyebut diri mereka sebagai “introvert sosial”. Hal serupa juga ditemukan dalam survei Mental Health Foundation UK yang menyebutkan bahwa social fatigue atau kelelahan sosial kini menjadi salah satu pemicu utama stres dan kecemasan pada remaja dan dewasa muda.
Fenomena ini pun jadi bahan diskusi hangat di media sosial. Banyak netizen mengaku relate dengan meme-meme seperti “batal nongkrong = self-care” atau “sosmed full senyum, real life full tidur”.
Social battery yang cepat habis adalah sinyal bahwa generasi muda mulai sadar akan pentingnya menjaga energi mental. Di tengah dunia yang terus bising, mungkin diam dan menyendiri bukan tanda menjauh tapi cara mereka bertahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....