Sejarah Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang

  • 29 Apr 2025 14:03 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Bandara Raja Haji Fisabillah merupakan salah satu bandara yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. Meskipun berada di jantung ibukota Provinsi, namun bandara ini tidak sepadat dan seramai bandara lainnya.

Dulunya, Bandara Raja Haji Fisabilillah yang dikelola PT Angkasa Pura II ini bernama Bandar Udara Kijang. Namun, karena dulu Kepulauan Riau belum terpisah dari Riau Daratan, maka bandara ini cenderung jarang dipergunakan.

Setelah tahun 2001, Kepulauan Riau resmi menjadi Provinsi baru di Indonesia, membuat pembangunan di Kota Tanjungpinang cukup pesat. Di kutip dari situs resmi Lanud TNI AU Tanjungpinang, status bandara ini dari dulu adalah bandara Internasional.

Dengan resmi menjadi Provinsi baru di Indonesia, maka terjadilah pembangunan yang pesat di Kota Tanjungpinang dan bandara ini diramaikan lagi oleh beberapa maskapai penerbangan yaitu Merpati pada tanggal 19 Desember 2007, Sriwijaya Air pada awal bulan Februari 2008 dan Riau Airlines pada pertengahan tahun 2005.

Pada bulan Mei 2007 pemerintah mengucurkan dana untuk pengembangan Bandara ini. Proyek mulai berjalan pada bulan Juni. Pengembangan bandara meliputi penambahan fasilitas seperti radar dan landasan pacu ditambah sekitar 400 meter dari awalnya yang hanya 1.856 meter menjadi 2.256 meter. Selain itu, gedung terminal bandara juga diperluas dari 2.118 meter persegi menjadi 8.348 meter persegi.

Dengan perluasan itu diharapkan dalam satu tahun mampu melayani 600 ribu orang. Pada April 2008 bandara ini resmi berganti nama dari Bandar Udara Kijang menjadi Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Nama bandara diambil dari nama Raja Haji Fisabilillah, Pahlawan Nasional yang juga memperoleh Bintang Maha Putra Adi Pradana. Perpanjangan landas pacu hingga 3.578 x 45 meter (11.739 ft × 148 ft), dan sejak September 2014 sudah dipergunakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....