Koperasi Merah Putih Berpotensi Majukan Desa
- 03 Feb 2026 19:41 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan - Pengamat ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tanjungpinang, Muhammad Alamsyahbana, menilai model Koperasi Merah Putih yang mulai diterapkan di Kabupaten Bintan memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi desa. Hal ini apabila bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Bana mengatakan, secara konsep dan visi, koperasi sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi identitas bangsa Indonesia. Ia menegaskan koperasi bukan sekadar tren sesaat, melainkan sistem ekonomi yang telah lama diterapkan di tanah air.
“Kalau dibilang tren, saya kira tidak, koperasi itu sudah menjadi ciri khas ekonomi Indonesia sejak lama,” ujar Muhammad Alamsyahbana, Selasa, 3 Februari 2026.
Bana menjelaskan, bahwa tantangan utama dalam pengembangan koperasi di desa terletak pada kesiapan sumber daya manusia (SDM). Ia mengingatkan, pembentukan koperasi tanpa dibarengi kemampuan pengelolaan yang matang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kalau pemerintah ingin mendorong koperasi, maka fokus utama harus pada penguatan kapasitas pengelola,” ucapnya.
Terkait persaingan dengan ritel modern, Bana menekankan, pentingnya kesiapan dan komitmen bersama. Hal ini agar koperasi tidak dijadikan sarana kepentingan kelompok tertentu.
“Tujuan utama koperasi adalah membantu menggerakkan ekonomi desa, bukan mencari keuntungan sesaat atau kepentingan segelintir orang,” tuturnya.
Ia menyebutkan, keterlibatan perangkat desa dalam struktur koperasi merupakan hal yang penting. Mengingat desa memiliki tanggung jawab jika koperasi mengalami kegagalan, termasuk risiko gagal bayar.
“Karena jika koperasi macet atau gagal, desa yang akan ikut menanggung risikonya,” katanya.
Ia menambahkan, bahwa koperasi tidak bisa dijadikan satu-satunya solusi dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dan pengangguran di Bintan. Sehingga pentingnya kolaborasi dengan instrumen ekonomi desa lainnya.
“Koperasi bisa menjadi solusi dan harus dikolaborasikan dengan UMKM, PKK, kelompok nelayan, dan kelompok tani,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....