Akademisi Unsrat: Budaya dan Pariwisata Saling Mempengaruhi
- 02 Mar 2026 10:54 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Manado – Hubungan antara budaya dan pariwisata dinilai memiliki keterkaitan yang sangat erat. Namun, keduanya memiliki makna yang berbeda tergantung pada sudut pandang yang digunakan, apakah budaya yang mempengaruhi pariwisata atau sebaliknya.
Ivan Kaunang Akademisi dari Unsrat Manado mengatakan , narasumber menjelaskan bahwa jika berbicara tentang pariwisata budaya, maka fokusnya adalah sektor pariwisata dengan budaya sebagai objek utama. Artinya, wisatawan datang untuk melihat, mengenal, dan mempelajari kebudayaan suatu daerah.
“Wisatawan ingin melihat sesuatu yang tidak ada di negara mereka. Mulai dari seni budaya, tarian, ritual adat, cara berpakaian, hingga kuliner khas. Itu menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.
Sebaliknya, jika berbicara tentang budaya pariwisata, maka yang menjadi fokus adalah pariwisata itu sendiri, sementara budaya berpotensi mengalami penyesuaian. Dalam konteks ini, budaya bisa saja dijual untuk kepentingan wisata.
Menurutnya, kondisi tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Sisi positifnya, budaya daerah semakin dikenal luas dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun, ada pula risiko komersialisasi, komodifikasi, bahkan turistifikasi budaya.
“Ada ritual yang sebenarnya sakral dan tidak untuk dipertontonkan. Tapi dalam praktiknya, mau tidak mau kadang dipertunjukkan demi kepentingan wisata,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, budaya memiliki peran besar dalam mendorong kemajuan pariwisata daerah. Setiap daerah memiliki kekhasan tradisi dan warisan budaya yang berbeda. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Di Sulawesi Utara, misalnya, kekayaan budaya dan sejarah seperti situs kubur batu Waruga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan minat khusus seperti peneliti atau arkeolog yang ingin melihat langsung peninggalan purbakala khas Minahasa.
Namun demikian, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan budaya semata. Dibutuhkan pendekatan yang holistik, mulai dari dukungan infrastruktur, pembukaan akses penerbangan langsung dari negara potensial, hingga promosi yang tepat sasaran.
“Pemerintah perlu memahami negara mana yang memiliki minat terhadap budaya, flora, fauna, atau sejarah kita. Promosi harus tepat sasaran, termasuk untuk wisata minat khusus,” katanya.
Dengan strategi yang terintegrasi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata, diharapkan sektor pariwisata Sulawesi Utara dapat berkembang lebih optimal tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....