Gempa M 6,2 Guncang Halmahera Barat, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

  • 03 Jul 2026 14:18 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat 3 Juli 2026 pukul 09.31 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa memiliki kedalaman 104 kilometer dengan episenter berada di laut pada koordinat 1,93 derajat Lintang Utara dan 127,42 derajat Bujur Timur, atau sekitar 56 kilometer barat daya Pulau Doi, Halmahera Barat.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa yang terjadi merupakan gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dipicu oleh pergerakan sesar geser naik (oblique thrust fault).

Getaran gempa dirasakan dengan intensitas III–IV MMI di Halmahera Utara. Sementara di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai, guncangan dirasakan pada skala III MMI. Adapun di Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango, gempa dirasakan dengan intensitas II–III MMI.

Hingga pukul 09.50 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan gempa.

Masyarakat diharapkan memperoleh informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi BMKG, seperti InfoBMKG dan aplikasi resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....