Gempa di Sangihe Jadi Pengingat Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana
- 12 Jun 2026 18:34 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Tahuna - Gempa bumi yang sempat dirasakan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe beberapa waktu lalu menjadi pengingat penting bagi warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam termasuk tsunami.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Ando Prasetyo, dalam dialog di Pro 1 RRI Tahuna, Kamis 11 Juni 2026 mengatakan bahwa upaya kesiapsiagaan harus dilakukan sebelum bencana terjadi.
Menurutnya, gempa bumi merupakan fenomena alam yang hingga kini belum dapat diprediksi secara pasti baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya. Karena itu masyarakat perlu memahami tingkat risiko wilayah tempat tinggal, mengenali jalur evakuasi, mengetahui lokasi aman, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG.
“Peristiwa yang dirasakan warga Sangihe menjadi pengingat bahwa budaya sadar bencana harus terus ditingkatkan agar masyarakat mampu merespons keadaan darurat dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Terkait pertanyaan masyarakat mengenai hubungan gempa dan tsunami, Ando menjelaskan bahwa tidak semua gempa bumi berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Ancaman tersebut umumnya dipicu gempa tektonik yang terjadi di bawah laut dengan magnitudo besar dan menyebabkan perubahan pada dasar laut.
Meski demikian warga yang tinggal di kawasan pesisir diimbau menerapkan evakuasi mandiri ketika merasakan guncangan kuat atau berlangsung cukup lama. Langkah tersebut dilakukan dengan segera menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi.
Selain menunggu informasi resmi, masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda alam seperti surut atau naiknya permukaan laut secara tidak wajar setelah terjadi gempa sebagai bentuk kewaspadaan awal terhadap kemungkinan tsunami.
Lebih lanjut, Ando menjelaskan bahwa BMKG mengoperasikan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) selama 24 jam penuh. Sistem ini berfungsi menganalisis data gempa secara cepat melalui jaringan seismograf yang tersebar di berbagai wilayah.
Dalam hitungan menit setelah gempa terjadi, BMKG dapat mengeluarkan informasi awal yang memuat parameter kejadian serta potensi tsunami berdasarkan hasil analisis cepat. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada BNPB, pemerintah daerah, media massa, dan masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi resmi.
BMKG juga terus memperbarui informasi berdasarkan perkembangan data pengamatan hingga akhirnya mengumumkan berakhirnya peringatan tsunami apabila kondisi telah dinyatakan aman.
Tag: Gempa Bumi, Tsunami, BMKG, InaTEWS, Sangihe, Tahuna, Kesiapsiagaan Bencana, RRI Tahuna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....