Suntik Kelamin Jadi Tren di Kalangan Remaja Talaud
- 28 Apr 2026 20:57 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menyoroti tren penyuntikan alat kelamin (Mr.P) secara ilegal pada remaja pria.
Fenomena ini terungkap dari laporan tenaga medis di rumah sakit daerah kepada pemerintah melalui instansi teknis terkait.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Talaud, Meyke Maatuil, menyatakan jumlah kasus signifikan.
“Kasus ini cukup banyak, karena banyak remaja harus dirawat akibat infeksi setelah penyuntikan,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Ia menjelaskan, praktik penyuntikan dilakukan tanpa pengawasan tenaga medis sehingga berisiko besar bagi kesehatan.
Menurutnya, infeksi menjadi dampak paling umum yang dialami pasien setelah menjalani prosedur ilegal tersebut.
Meski beberapa orang korban sudah dirawat di rumah sakit, tren tersebut masih dilakukan bahkan merambah kepada pria dewasa.
“Pengguna masih bertambah, meskipun sudah banyak yang mengalami dampak serius, informasi ini diperoleh atas laporan dari Rumah Sakit Daerah,” katanya.
Meyke mengungkapkan, sebagian besar kasus terjadi pada remaja dengan status pelajar di daerah tersebut.
Ia pun mengimbau peran orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan perilaku anak.
“Pengawasan keluarga sangat penting agar remaja tidak terjerumus pada praktik berbahaya ini,” ucapnya.
Pemerintah daerah juga berencana meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja guna mencegah kasus serupa.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka praktik ilegal yang berisiko terhadap kesehatan generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....