Budaya Jelang Natal dan Tahun Baru di Sulut

  • 01 Des 2025 14:03 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), suasana di berbagai daerah di Sulawesi Utara mulai dipenuhi aktivitas khas masyarakat yang menjadi tradisi turun-temurun.

Warga terlihat sibuk mempersiapkan rumah, lingkungan, hingga kebutuhan perayaan, sebagai bagian dari budaya lokal yang tetap terjaga hingga kini.

Di sejumlah wilayah seperti Manado, Minahasa, Tomohon, Bitung hingga Kepulauan Sangihe dan Talaud, masyarakat mulai melaksanakan bersih-bersih rumah dan halaman.

Tradisi ini dilakukan untuk menyambut Natal dengan suasana yang rapi dan nyaman, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga lewat kerja bakti lingkungan.

Selain itu, rangkaian ibadah pra-Natal di gereja, kantor, sekolah hingga komunitas telah berlangsung sejak awal Desember. Ibadah ini menjadi momen refleksi serta persiapan rohani bagi umat Kristiani sebelum memasuki puncak perayaan Natal.

Kemeriahan juga tampak melalui berbagai festival dan dekorasi Natal, terutama di Manado dan Tomohon. Sejumlah titik kota mulai dihias lampu Natal, pohon-pohon dekoratif, hingga spot foto yang menarik perhatian warga dan wisatawan lokal.

Di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern, aktivitas belanja meningkat signifikan. Warga membeli bahan makanan, kue kering, pakaian baru hingga perlengkapan rumah tangga untuk persiapan hari raya. Pedagang mengakui penjualan meningkat setiap memasuki minggu kedua Desember.

Tak ketinggalan, sejumlah komunitas dan gereja turut menggelar kegiatan sosial, seperti pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis, hingga kunjungan ke panti asuhan, sebagai perwujudan nilai “Torang Samua Basudara”.

Memasuki malam Tahun Baru, diperkirakan suasana di Sulut kembali akan diwarnai pesta kembang api dan doa bersama keluarga. Perayaan sederhana di rumah serta tradisi bakar ikan juga diprediksi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Perayaan Nataru di Sulawesi Utara setiap tahunnya bukan hanya menjadi momen kegembiraan, tetapi juga pengingat kuatnya budaya kekeluargaan, kebersamaan, dan toleransi yang menjadi identitas masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....