Warga Desa Mangaran Kabaruan Mulai Alami Krisis Air akibat Kemarau Panjang
- 16 Sep 2026 19:11 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Kemarau berkepanjangan di Kabupaten Kepulauan Talaud tidak hanya berdampak pada kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mulai mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Kondisi tersebut dialami warga Desa Mangaran, Kecamatan Kabaruan. Sebanyak 512 jiwa atau 145 Kepala Keluarga (KK) mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Pemerintah Desa Mangaran melaporkan, debit air dari sejumlah sumber mata air terus menurun dan beberapa di antaranya mulai mengering akibat musim kemarau.
“Sekarang kesulitan air untuk minum, memasak dan MCK. Kekeringan ini juga berdampak pada pertanian, perkebunan dan kesehatan warga desa,” kata Kepala Desa Mangaran Speintje Gunther melalui laporan Yandi Mapalulo kepada BPBD Talaud, Rabu 16 September 2026.

Desa Mangaran yang terdiri dari tiga dusun tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 5.000 liter air bersih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain kebutuhan rumah tangga, kondisi kekeringan juga berdampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat. Warga membutuhkan ketersediaan air untuk penyiraman tanaman agar aktivitas pertanian tetap berjalan.
Pemerintah dan masyarakat Desa Mangaran berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dapat memberikan dukungan melalui anggaran daerah untuk pembangunan sumur bor.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan sektor pertanian dan perkebunan di tengah kemarau berkepanjangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....