Aktivitas Gunung Lokon Tomohon Berstatus Level II Waspada
- 08 Sep 2026 22:23 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Manado - Aktivitas Gunung Lokon di Sulawesi Utara hingga 31 Agustus 2026 masih berada pada Level II atau Waspada. Berdasarkan evaluasi Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas vulkanik Gunung Lokon belum menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.
Evaluasi aktivitas Gunung Lokon periode 16 hingga 31 Agustus 2026 mencatat, secara visual gunungapi umumnya mengalami cuaca cerah hingga mendung, dengan angin lemah hingga kencang ke berbagai arah.
Saat kondisi cerah, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 100 meter di atas puncak. Pada malam hari melalui CCTV kawah juga teramati adanya api di dasar Kawah Tompaluan pada 19 dan 25 Agustus 2026.
Dari pengamatan instrumental, selama periode tersebut tercatat 21 kali Gempa Hembusan, tiga kali Tremor Non-Harmonik, 388 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 10 kali Gempa Vulkanik Dalam, dua kali Gempa Tektonik Lokal, serta 80 kali Gempa Tektonik Jauh.
PVMBG menyebut kegempaan Gunung Lokon didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, sementara Gempa Vulkanik Dalam masih jarang terekam. Data visual dan seismik juga belum menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.
Meski demikian, data RSAM menunjukkan energi tampak mengalami kenaikan sejak 24 hingga 31 Agustus 2026. Kenaikan tersebut disebut berasal dari gempa permukaan.
Sementara itu, data GPS menunjukkan deformasi Gunung Lokon mengalami pola inflasi dengan laju rendah sejak Juni 2025 hingga Januari 2026. Namun pada periode Januari hingga 31 Agustus 2026, deformasi tidak mengalami perubahan dan polanya masih cenderung mendatar.
PVMBG mengingatkan potensi bahaya yang masih dapat terjadi, antara lain keluarnya gas beracun dari kawah sewaktu-waktu serta kemungkinan erupsi freatik secara tiba-tiba.
"Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon juga diminta mewaspadai potensi lahar, khususnya saat musim penghujan maupun ketika terjadi hujan deras dengan durasi lama di kawasan puncak," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Kepala Badan Geologi Lana Saria, dalam keterangan rilisnya, Selasa 8 September 2026.
Dengan mempertimbangkan hasil analisis dan evaluasi hingga 31 Agustus 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon tetap berada pada Level II atau Waspada.

PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak melakukan aktivitas atau mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan sebagai pusat aktivitas Gunung Lokon.
Jika terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat diimbau tetap berada di dalam rumah. Apabila harus berada di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta pelindung mata.
Perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Lokon dapat dipantau melalui aplikasi Magma Indonesia, website PVMBG dan Badan Geologi, serta media sosial resmi Badan Geologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....