Dokter Soroti Kematian Ibu Akibat Minim Darah

  • 02 Sep 2025 23:09 WIB
  •  Talaud

KBRN, Manado: Dokter Stephen Lapian Dokter di Unit Pengelola Darah (UPD) RS RD Kandou Manado. menyoroti kasus kematian ibu melahirkan akibat pendarahan yang terjadi karena ketersediaan darah di rumah sakit masih minim.

Ia menegaskan, data resmi terkait angka kematian menjadi tanggung jawab pimpinan rumah sakit.

“Kalau angka pastinya, data pastinya itu adalah tanggung jawab dari pimpinan untuk mengungkapkan,” ujarnya (1/9/2025).

Menurutnya, regulasi yang ada saat ini baru sebatas peraturan Gubernur, sehingga belum cukup kuat untuk mengatur mekanisme penyediaan darah secara menyeluruh.

Stefan menilai, seharusnya pemerintah daerah mendorong lahirnya peraturan daerah yang mengikat karena melibatkan legislatif, termasuk dalam penyediaan anggaran.

Lebih lanjut, ia menjelaskan peran puskesmas sangat penting dalam mengedukasi keluarga pasien, terutama ibu hamil berisiko tinggi, agar selalu menyiapkan pendonor darah standby.

Di sisi lain, unit pengelola darah di rumah sakit juga bertugas memastikan stok darah yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

“Stok darah di rumah sakit itu sewaktu-waktu berubah, dan rata-rata yang tersedia justru dari relawan. Namun, sering kali darah tersebut tidak sempat terpakai karena pasien keburu meninggal,” ungkap Stefan.

Ia berharap kerjasama lintas sektor, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah daerah, dapat diperkuat sehingga kebutuhan darah bagi pasien, khususnya ibu melahirkan, dapat terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....