Hindari Pujian Berlebihan Kepada Anak, Ini Dampaknya

  • 27 Mei 2025 08:50 WIB
  •  Talaud

KBRN, Talaud : Memberikan pujian kepada anak adalah salah satu metode paling mudah tetapi efektif untuk menunjukkan kasih sayang dan dukungan. Melalui pujian, anak akan merasa dihargai, termotivasi untuk terus berusaha, dan mengembangkan kepercayaan diri sejak usia dini. Namun, sangat penting untuk menyadari bahwa tidak semua pujian membawa dampak positif, terutama jika pujian tersebut diberikan secara berlebihan atau tidak tepat. Hal ini dapat mempengaruhi cara pandang anak terhadap diri sendiri dan lingkungan mereka.

Tanpa disadari, kebiasaan memuji secara berlebihan dapat menciptakan ketergantungan pada pengakuan orang lain, yang sering dikenal sebagai hasrat akan validasi. Artinya, anak akan berpikir bahwa nilai dirinya tergantung pada seberapa sering ia dipuji, bukan pada usaha atau proses yang telah dilaluinya. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami konsekuensi dari memuji secara berlebihan serta cara memberikan pujian yang sesuai, agar anak dapat berkembang menjadi individu yang percaya diri dan mandiri.

Menurut informasi dari psychologs.com via Fimela, berikut adalah beberapa pengaruh negatif dari memuji secara berlebihan yang perlu diketahui!

Apa Itu Overpraising?

Overpraising adalah kebiasaan memberikan pujian yang berlebihan, bahkan untuk aktivitas kecil yang sebenarnya tidak memerlukan penghargaan khusus. Sebagai contoh, ketika anak melakukan tugas sehari-hari seperti merapikan tempat tidur, dan kita langsung menyatakan, "Wah, kamu luar biasa! ”. Meskipun terlihat biasa saja, pujian seperti ini, jika diberikan secara berulang tanpa pertimbangan, dapat membuat anak memiliki pandangan yang salah terhadap setiap usaha dan pencapaian yang mereka lakukan.

Dampak Negatif Overpraising

1. Minimnya Motivasi dari Dalam Diri

Anak-anak yang sering mendapatkan pujian cenderung bergantung pada pengakuan dari orang lain, bahkan untuk hal-hal yang sepele. Akibatnya, mereka tidak lagi memiliki semangat dari dalam diri mereka untuk berupaya atau mencapai prestasi.

2. Ketakutan Terhadap Kegagalan

Pujian yang berlebihan dapat menyulitkan anak-anak dalam menghadapi kegagalan. Bahkan, hanya memikirkan kemungkinan gagal sudah cukup membuat mereka merasa stres dan cemas, karena takut kehilangan pujian yang biasanya mereka terima.

3. Kebutuhan untuk Selalu Sempurna

Anak-anak yang terbiasa mendapatkan pujian berlebihan cenderung menetapkan standar kesempurnaan dalam segala hal. Mereka sulit menerima kekurangan diri dan akhirnya menetapkan ekspektasi yang terlalu tinggi, sehingga merasa harus selalu sempurna dalam setiap aspek kehidupan.

4. Penurunan Rasa Percaya Diri dan Harga Diri

Meskipun tujuan pujian adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri, namun efeknya bisa sebaliknya jika diberikan secara berlebihan. Saat anak-anak tumbuh dewasa, mereka mungkin mulai meragukan nilai diri mereka dan merasa kurang berharga jika tidak mendapatkan pujian seperti saat kecil.

5. Sulit Mendapatkan Kritik yang Konstruktif

Anak-anak yang terbiasa mendapatkan pujian tanpa batasan bisa menganggap setiap kritik sebagai serangan terhadap harga diri mereka. Akibatnya, mereka menjadi defensif, menarik diri, atau bahkan marah saat menerima masukan atau koreksi tentang usaha mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....