Makan Tempe Setiap Hari, Adakah Efeknya Bagi Tubuh?
- 06 Feb 2025 11:30 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud : Tempe merupakan lauk yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia, terbuat dari kedelai yang mengalami proses fermentasi. Meskipun rasanya cenderung hambar, tempe memiliki cita rasa yang khas dan cocok untuk diolah menjadi berbagai hidangan menggugah selera.
Tempe dapat dimasak dengan berbagai cara, seperti dikukus, digoreng, atau sebagai bahan tambahan dalam masakan lainnya. Kelezatan tempe membuatnya menjadi pilihan utama bagi banyak orang dari berbagai kalangan, apalagi harganya yang terjangkau.
Selain rasanya yang lezat dan murah, tempe juga mengandung beragam nutrisi penting yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Tempe dikenal sebagai sumber protein nabati yang kaya, serta mengandung serat, vitamin, dan mineral seperti zat besi, kalsium, fosfor, dan vitamin B kompleks. Selain itu, tempe juga kaya akan asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh. Karena kandungan gizi yang baik ini, tempe sering dianggap sebagai salah satu makanan sehat dan bergizi.
Anda mungkin sering menikmati tempe, bahkan hampir setiap hari bukan? Jika demikian, penting bagi Anda untuk mengetahui efeknya bagi kesehatan. Mari kita simak lebih lanjut!
Efek Makan Tempe Setiap Hari
Tempe merupakan bahan makanan yang murah namun kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Namun, perlu diingat bahwa tempe juga rendah sodium dan karbohidrat. Sebagaimana sumber makanan lainnya, tempe memiliki kelebihan dan kekurangan saat dikonsumsi secara rutin. Berikut adalah efek yang mungkin timbul jika kita mengonsumsi tempe setiap hari:
1. Tinggi Protein untuk Tubuh
Tempe dan produk kedelai lainnya, seperti tahu, menyediakan asupan protein berkualitas tinggi yang sangat baik untuk tubuh. Protein adalah komponen penting dari setiap sel di tubuh, termasuk otot, kulit, jaringan, rambut, dan kuku. Bahkan, protein digunakan untuk mendukung dan membangun hormon serta enzim yang memiliki tugas spesifik. Dalam 155 gram tempe, terdapat sekitar 20 gram protein. Secara umum, orang dewasa memerlukan sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan. Sebagai contoh, jika berat badan seseorang adalah 60 kilogram, maka kebutuhan protein harian mereka sekitar 48 gram.
2. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Mengonsumsi tempe juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang makan setidaknya satu porsi tahu atau tempe setiap minggu memiliki risiko penyakit jantung 18 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Dengan menjaga pola hidup sehat, seseorang dapat menjaga kesehatan jantungnya hingga lanjut usia.
3. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat
Salah satu manfaat lain dari rutin mengonsumsi tempe adalah menurunkan kadar kolesterol LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Mengonsumsi 25 gram protein kedelai per hari selama enam minggu dapat mengurangi kolesterol jahat antara tiga hingga empat persen dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.
4. Mengurangi Risiko Kanker dan Gejala Menopause
Kedelai mengandung isoflavon, sejenis fitoestrogen yang berfungsi mirip dengan estrogen. Ini dapat membantu meredakan gejala menopause dan mengurangi risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker kolorektal. Setiap gram protein kedelai mengandung sekitar 3,5 mg isoflavon. Jadi, mengonsumsi 8 ons susu kedelai atau 100 gram tempe bisa memberikan sekitar 25 mg isoflavon.
5. Meningkatkan Risiko Anemia
Meskipun tempe kaya akan nutrisi, ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, seperti peningkatan risiko anemia jika dikonsumsi secara berlebihan. Protein nabati, seperti kedelai, mengandung zat besi yang lebih sedikit dibandingkan dengan protein hewani, seperti daging, ayam, dan ikan. Oleh karena itu, jika seseorang hanya mengandalkan sumber protein nabati seperti kedelai tanpa mengimbanginya dengan protein hewani, ada kemungkinan cadangan zat besi dalam tubuhnya menjadi rendah. Kondisi rendahnya zat besi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....