Waspadai Penyebab BAB Cair Selain Diare
- 25 Jul 2024 11:37 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud : Jika Anda mengalami diare atau Buang Air Besar (BAB) cair, usahakan untuk lebih memerhatikan gejalanya. Karena kondisi ini bisa jadi merupakan tanda diare yang disebabkan oleh masalah kesehatan lain. Misalnya, intoleransi laktosa irritable Bowel Syndrome (IBS), yang mempengaruhi fungsi otot-otot di usus besar.
Dilansir dari halodoc.com, selain menjadi tanda diare, BAB cair juga merupakan gejala atau akibat dari kondisi berikut.
1. Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan yang disebabkan oleh tubuh ketidakmampuan mencerna laktosa karena kekurangan enzim laktase. Enzim laktase diproduksi oleh sel-sel di usus kecil yang disebut enterosit. Seseorang dengan intoleransi laktosa mengalami BAB cair saat mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa, seperti susu sapi dan turunannya.
2. Efek samping obat
Terkadang obat menyebabkan diare sebagai efek sampingnya. Namun diare ini bukanlah diare biasa yang disebabkan oleh bakteri, melainkan efek samping dari obat yang dikonsumsi. Beberapa obat penyebab diare adalah antasida yang mengandung magnesium atau lebih dikenal dengan obat maag. Beberapa antibiotik, seperti antibiotik penisilin, sefalosporin, dan fluorokuinolon, juga menimbulkan efek samping diare. Beberapa pengobatan kanker juga dapat menyebabkan diare.
3. Hipertiroidisme
Hipertiroidisme adalah suatu kondisi dimana terdapat tingginya kadar hormon tiroid dalam tubuh manusia sehingga mempengaruhi metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh dipercepat karena tingginya kadar hormon tiroid. Kondisi ini dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan BAB cair.
4. Sindrom iritasi usus besar (IBS)
Seringkali, BAB cair juga bisa menjadi gejala sindrom iritasi usus besar, atau IBS. IBS adalah penyakit gastrointestinal jangka panjang yang mempengaruhi fungsi otot-otot usus besar. Usus besar sendiri menyerap air dari sisa makanan yang tidak dapat dicerna oleh usus halus. Ia juga berkontraksi untuk mengeluarkan sisa makanan.
Kontraksi otot kolon tidak normal pada pasien IBS. Ada dua kemungkinan, kemungkinan pertama adalah kontraksi otot besar yang terlalu lambat atau lemah sehingga menyebabkan penderita IBS sering kewalahan. Kemungkinan lainnya adalah kontraksi otot yang terlalu sering dan menyebabkan diare.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....