Tujuh Minuman yang Lebih Bersahabat bagi Pengidap Asam Lambung

  • 21 Sep 2026 22:00 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud — Pemilihan minuman perlu diperhatikan oleh orang yang sering mengalami asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Sebab, jenis minuman tertentu dapat memicu atau memperburuk keluhan, seperti rasa terbakar di dada, cairan asam yang naik ke tenggorokan, hingga rasa tidak nyaman pada perut.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebut beberapa makanan dan minuman yang umum dikaitkan dengan gejala GERD, antara lain makanan berlemak, kopi dan minuman berkafein, makanan asam, mint, makanan pedas, serta minuman beralkohol. Namun, pemicu dapat berbeda pada setiap orang sehingga tidak semua penderita harus menghindari jenis makanan atau minuman yang sama.

Berikut beberapa pilihan minuman yang dapat dipertimbangkan:

1. Air putih

Air putih menjadi pilihan paling sederhana untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minuman ini tidak mengandung kafein, lemak, atau bahan tambahan yang umumnya dikaitkan dengan pemicu refluks.

Meski demikian, air putih bukan obat untuk menyembuhkan GERD. Konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kondisi masing-masing.

2. Air kelapa tanpa tambahan gula

Air kelapa dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan cairan, terutama jika dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan. Kandungan elektrolit di dalamnya juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Namun, air kelapa tidak secara khusus berfungsi sebagai obat asam lambung. Jika setelah mengonsumsinya justru muncul keluhan, sebaiknya pilih minuman lain yang lebih sesuai.

3. Susu rendah lemak atau bebas laktosa

Susu rendah lemak dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang karena makanan tinggi lemak termasuk kelompok yang sering dikaitkan dengan memburuknya gejala refluks. Mayo Clinic juga memasukkan makanan berlemak sebagai salah satu pemicu yang umum pada sebagian penderita GERD.

Sementara bagi orang yang mengalami intoleransi laktosa, susu bebas laktosa dapat menjadi alternatif. Jenis susu yang paling sesuai tetap bergantung pada toleransi masing-masing.

4. Susu berbahan nabati

Susu kedelai atau minuman berbahan nabati lainnya dapat menjadi pilihan bagi orang yang tidak cocok dengan susu sapi. Pilih produk yang tidak terlalu tinggi gula dan perhatikan kandungan tambahannya.

Tidak semua produk susu nabati memiliki kandungan yang sama. Karena itu, membaca label nutrisi tetap penting sebelum memilih.

5. Teh herbal tanpa kafein

Teh herbal tanpa kafein, seperti chamomile, dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi kopi atau teh berkafein. Namun, Mayo Clinic mengingatkan bahwa tidak semua produk herbal terbukti dapat mengatasi GERD.

Mint atau peppermint justru termasuk salah satu pemicu yang dapat memperburuk refluks pada sebagian orang. Karena itu, jenis teh herbal sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan respons tubuh masing-masing.

6. Jus buah yang tidak terlalu asam

Jus buah dapat menjadi pilihan, tetapi jenis buah perlu diperhatikan. NIDDK menyebut buah-buahan yang bersifat asam, seperti citrus, termasuk kelompok yang dapat memicu gejala GERD pada sebagian orang.

Buah yang lebih rendah tingkat keasamannya dapat dipertimbangkan jika lebih mudah ditoleransi. Sebaiknya hindari penambahan gula secara berlebihan dan, bila memungkinkan, konsumsi buah dalam bentuk utuh untuk mendapatkan serat.

7. Air hangat

Air hangat dapat menjadi pilihan sederhana ketika ingin mengurangi konsumsi kopi, minuman bersoda atau minuman lain yang berpotensi memicu keluhan. Namun, belum ada bukti bahwa air hangat secara khusus dapat menyembuhkan GERD.

Yang tidak kalah penting adalah kebiasaan setelah makan. NIDDK menyarankan orang yang mengalami gejala GERD pada malam hari untuk memberi jarak setidaknya tiga jam antara waktu makan dan berbaring atau tidur.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis minuman yang pasti cocok untuk semua pengidap asam lambung. NIDDK menyarankan penderita memperhatikan makanan dan minuman yang secara pribadi memicu gejala, kemudian mengurangi atau menghindarinya bila diperlukan.

Jika keluhan asam lambung terjadi berulang, semakin berat, sulit menelan, atau tidak membaik meski sudah melakukan perubahan pola makan, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan. GERD yang berlangsung lama dapat menyebabkan masalah pada kerongkongan sehingga tidak sebaiknya hanya mengandalkan perubahan pola makan atau minuman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....