Waspada Leptospirosis saat Banjir

  • 26 Agt 2026 22:38 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Masyarakat perlu mewaspadai risiko leptospirosis saat banjir karena genangan dapat tercemar bakteri Leptospira yang berasal dari urine hewan terinfeksi terutama tikus. Penyakit ini dapat menyerang manusia melalui kontak dengan air, tanah, atau lumpur yang terkontaminasi.

Mengutip dari World Health Organization (WHO), leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang dapat menyerang manusia dan hewan. Kuman tersebut dapat masuk melalui luka pada kulit maupun selaput lendir mata, hidung, dan mulut ketika seseorang bersentuhan dengan lingkungan tercemar.

Risiko penularan meningkat di daerah tropis dengan curah hujan tinggi, khususnya ketika terjadi banjir dan genangan. Kondisi sanitasi yang kurang baik serta keberadaan tikus juga dapat memperbesar kemungkinan penyebaran penyakit.

Gejala biasanya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah terpapar. Keluhannya antara lain demam, menggigil, sakit kepala, mata kemerahan, diare, serta nyeri otot yang kerap terasa pada betis dan punggung. Karena menyerupai flu atau penyakit lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Pada kondisi berat leptospirosis dapat menyebabkan gangguan ginjal dan hati, perdarahan, sesak napas, sepsis hingga gangguan jantung. Pasien dengan komplikasi serius dapat membutuhkan perawatan di rumah sakit dan pemantauan intensif.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari genangan yang berpotensi tercemar, menggunakan sepatu bot dan sarung tangan saat beraktivitas di lingkungan basah, serta menutup luka terbuka. Menjaga kebersihan, mengurangi keberadaan tikus, mencuci tangan, dan memastikan penggunaan air bersih juga penting untuk menekan risiko infeksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....