Akupunktur Bantu Atasi Gejala Depresi
- 07 Agt 2026 14:20 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud– Akupunktur berpotensi menjadi terapi pendamping yang membantu mengurangi gejala depresi. Berbagai penelitian menunjukkan metode ini dapat mendukung pengobatan melalui mekanisme biologis yang berpengaruh pada fungsi otak, sistem hormon, dan respons tubuh terhadap stres.
Gangguan depresi merupakan masalah kesehatan mental yang ditandai suasana hati yang terus menurun, hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, hingga kesulitan berkonsentrasi. Pada kondisi tertentu depresi juga dapat memunculkan keinginan untuk mengakhiri hidup sehingga memerlukan penanganan yang tepat.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa terapi utama depresi tetap berupa psikoterapi dan obat antidepresan. Namun sebagian pasien belum memperoleh hasil optimal atau mengalami efek samping obat. Kondisi tersebut mendorong berkembangnya penelitian mengenai manfaat akupunktur sebagai terapi tambahan.
Sejumlah kajian menemukan bahwa akupunktur membantu meningkatkan keseimbangan neurotransmiter, seperti serotonin, dopamin, norepinefrin, dan GABA. Zat-zat tersebut berperan penting dalam mengatur suasana hati, kualitas tidur, emosi, serta mengurangi kecemasan.
Terapi ini juga diketahui meningkatkan kadar brain-derived neurotrophic factor (BDNF), protein yang berfungsi menjaga kesehatan sel saraf sekaligus mendukung kemampuan otak beradaptasi terhadap stres. Peningkatan BDNF diyakini membantu memperbaiki fungsi otak pada penderita depresi.
Selain itu akupunktur membantu menyeimbangkan kerja sumbu hypothalamic pituitary adrenal (HPA) yang mengendalikan respons tubuh terhadap stres. Normalisasi sistem tersebut dapat menurunkan kadar hormon kortisol yang berlebihan sehingga mendukung perbaikan suasana hati dan fungsi kognitif.
Penelitian juga menunjukkan akupunktur memiliki efek antiinflamasi dengan menurunkan zat pemicu peradangan yang sering ditemukan pada penderita depresi. Efek tersebut dinilai berkontribusi menjaga fungsi sistem saraf sekaligus mendukung proses pemulihan.
Hasil pemeriksaan menggunakan functional magnetic resonance imaging (FMRI) memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas pada sejumlah bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi setelah pasien menjalani terapi akupunktur.
Berbagai uji klinis dan meta-analisis menunjukkan terapi ini mampu menurunkan tingkat keparahan depresi, memperbaiki kualitas tidur, mengurangi rasa lelah, meningkatkan motivasi, serta meredakan kecemasan.
Akupunktur juga dinilai memberikan manfaat lebih besar apabila dipadukan dengan obat antidepresan. Kombinasi tersebut dapat mempercepat perbaikan kondisi sekaligus membantu mengurangi beberapa efek samping pengobatan.
Dari aspek keamanan, akupunktur relatif aman bila dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten menggunakan jarum steril sekali pakai. Efek samping yang muncul umumnya ringan dan bersifat sementara.
Meski demikian Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa akupunktur bukan pengganti terapi utama pada depresi sedang hingga berat. Penanganan tetap harus dilakukan secara menyeluruh melalui psikoterapi, obat-obatan, perubahan gaya hidup, aktivitas fisik, serta dukungan keluarga dan lingkungan.
Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah, akupunktur dinilai dapat menjadi salah satu pilihan terapi pendamping untuk membantu meningkatkan kualitas hidup penyandang depresi selama penggunaannya dilakukan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....