Demam Mendadak Bisa Jadi DBD

  • 22 Jul 2026 14:18 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh demam yang muncul secara tiba-tiba. Pasalnya kondisi tersebut dapat menjadi gejala awal infeksi dengue yang berisiko berkembang menjadi demam berdarah dengue (DBD) apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini.

Dokter Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropik Anak Kementerian Kesehatan, dr. M.M. Dwi Endang Apriani Harry Hapsari, Sp.A(K), mengatakan banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan setelah memasuki fase kritis. Kondisi itu sering terjadi karena demam yang mulai mereda dianggap sebagai tanda kesembuhan.

Padahal menurutnya masa paling berisiko justru dapat terjadi ketika suhu tubuh mulai turun. Pada fase tersebut dapat terjadi kebocoran plasma yang berpotensi menyebabkan syok apabila pasien tidak segera memperoleh penanganan medis.

Gejala awal dengue umumnya berupa demam tinggi yang muncul mendadak selama dua hingga tujuh hari. Keluhan tersebut dapat disertai sakit kepala, nyeri di belakang mata, pegal pada otot dan persendian, mual, muntah, hingga muncul ruam pada kulit. Karena memiliki kemiripan dengan infeksi virus lainnya, masyarakat diminta lebih waspada apabila demam tidak kunjung membaik.

Kemenkes juga mengingatkan sejumlah tanda bahaya yang memerlukan penanganan segera di antaranya nyeri perut hebat, muntah berulang, perdarahan pada gusi atau hidung, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, tangan dan kaki terasa dingin, serta penurunan kesadaran. Apabila gejala tersebut muncul, Anda dianjurkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Selama mengalami demam disarankan memenuhi kebutuhan cairan tubuh, beristirahat yang cukup, serta mengonsumsi obat penurun panas sesuai anjuran tenaga kesehatan. Penggunaan obat secara mandiri tanpa konsultasi terutama yang dapat meningkatkan risiko perdarahan sebaiknya dihindari.

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala, Kemenkes terus mengajak masyarakat melakukan pencegahan melalui Gerakan 3M Plus. Langkah tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk serta menerapkan berbagai upaya tambahan seperti penggunaan obat antinyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kemenkes menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci dalam menekan risiko komplikasi akibat dengue. Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami demam yang tidak membaik dalam beberapa hari atau disertai tanda bahaya sehingga penanganan dapat diberikan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....