Alergi Susu Sapi pada Anak, Kenali Gejala dan Penanganannya
- 04 Jul 2026 12:10 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi makanan yang paling sering terjadi pada anak, terutama pada usia di bawah tiga tahun. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga memicu berbagai gejala setelah dikonsumsi.
Mengutip informasi kesehatan yang dipublikasikan Alodokter pada 28 April 2026, alergi susu sapi perlu mendapat perhatian karena susu merupakan salah satu sumber nutrisi yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Penanganan yang tepat diperlukan agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi meskipun tidak dapat mengonsumsi susu sapi.
Gejala alergi susu sapi dapat berbeda pada setiap anak. Salah satu tanda yang cukup sering muncul adalah ruam pada kulit yang disertai rasa gatal. Namun, ruam bukan satu-satunya gejala. Anak juga dapat mengalami muntah, diare, bibir membengkak, hingga gangguan pernapasan seperti mengi atau napas berbunyi setelah mengonsumsi susu sapi maupun produk olahannya.
Menurut Alodokter, tidak sedikit orang tua yang mengira ruam pada kulit anak hanya disebabkan oleh cuaca atau penggunaan sabun tertentu. Padahal, kondisi tersebut juga dapat menjadi salah satu tanda adanya alergi terhadap protein susu sapi.
Apabila gejala muncul secara berulang atau semakin berat, orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter spesialis anak untuk menjalani pemeriksaan. Dokter akan melakukan evaluasi melalui wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, tes tinja, maupun tes alergi untuk memastikan diagnosis dan menentukan tingkat keparahan kondisi anak.
Setelah diagnosis ditegakkan, dokter umumnya akan menyarankan penghentian konsumsi susu sapi beserta produk olahannya, seperti keju dan yoghurt. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah timbulnya reaksi alergi yang lebih berat.
| Baca juga: Kenali Penyebab Down Syndrome pada Anak |
Bagi bayi berusia kurang dari enam bulan, Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi pilihan utama sebagai sumber nutrisi terbaik. Sementara itu, anak yang membutuhkan susu pengganti sebaiknya menggunakan formula khusus sesuai rekomendasi dokter. Pilihan formula akan disesuaikan dengan tingkat keparahan alergi, mulai dari formula terhidrolisis ekstensif hingga formula berbasis asam amino untuk kondisi yang lebih berat. Dalam kondisi tertentu, formula berbahan dasar protein kedelai juga dapat menjadi alternatif apabila dinilai sesuai oleh tenaga medis.
Selain memilih susu pengganti yang tepat, orang tua juga perlu memastikan kebutuhan vitamin D dan nutrisi penting lainnya tetap terpenuhi. Asupan tersebut dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan bergizi, seperti ikan salmon, telur, jamur, dan makanan laut sesuai usia anak.
Alodokter juga menjelaskan bahwa paparan sinar matahari pagi dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Anak dapat diajak beraktivitas di bawah sinar matahari sebelum pukul 10.00 selama sekitar lima hingga lima belas menit, sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu, dengan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan.
Orang tua tidak dianjurkan mengganti jenis susu secara mandiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Pemilihan susu pengganti harus disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan nutrisi anak agar pertumbuhan dan perkembangannya tetap berlangsung optimal.
Dengan mengenali gejala sejak dini serta mendapatkan penanganan yang tepat, anak yang mengalami alergi susu sapi tetap dapat tumbuh sehat dan memperoleh asupan gizi yang seimbang sesuai kebutuhannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....