Sering Begadang, Waspadai Berbagai Dampak Buruk bagi Kesehatan
- 30 Jun 2026 16:27 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Pesta Bola Piala Dunia 2026 membuat banyak orang begadang, kebiasaan begadang dan kurang tidur ternyata tidak hanya menyebabkan rasa kantuk dan kelelahan pada keesokan harinya. Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa kurang tidur dalam jangka panjang dapat memengaruhi kondisi fisik, emosi, hingga meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.
Selain berpotensi memicu diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung, terdapat sejumlah dampak lain yang perlu diwaspadai masyarakat, dikutip dari alodokter.com Selasa 30 Juni 2026 diantaranya :
Pertama, begadang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih besar dibandingkan mereka yang tidur cukup. Gangguan metabolisme serta meningkatnya rasa lapar menjadi faktor utama yang memicu kondisi tersebut.
| Baca juga: Dampak Air Hujan untuk Kesehatan |
Kedua, kebiasaan begadang juga dapat mempercepat proses penuaan dini. Kurang tidur memicu peningkatan hormon stres kortisol yang dapat merusak kolagen pada kulit. Akibatnya, kulit menjadi kusam, kering, muncul kerutan, serta lingkaran hitam di sekitar mata.
Dampak berikutnya adalah menurunnya kemampuan mengingat. Saat tidur, otak melakukan proses regenerasi sel dan memperkuat daya ingat. Jika waktu tidur tidak tercukupi, fungsi tersebut terganggu sehingga seseorang menjadi lebih mudah lupa dan sulit berkonsentrasi.
Selain itu, penurunan fungsi otak juga menjadi ancaman serius. Kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan menjaga kewaspadaan akan menurun. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara maupun bekerja.
Dalam aspek kehidupan pribadi, kurang tidur juga dapat menurunkan gairah seksual. Rasa lelah, stres, dan kekurangan energi akibat begadang membuat seseorang kehilangan minat untuk berhubungan intim.
Sejumlah penelitian turut mengungkap bahwa orang yang sering begadang lebih rentan mengalami gangguan mental, seperti insomnia, depresi, dan gangguan kecemasan. Risiko tersebut semakin tinggi apabila disertai kebiasaan tidak sehat lainnya, seperti merokok, jarang berolahraga, dan pola makan yang buruk.
Tak hanya itu, kebiasaan bekerja atau beraktivitas hingga larut malam juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Meskipun mekanismenya masih terus diteliti, para peneliti menduga bahwa stres kronis dan kerusakan sel tubuh akibat kurang tidur menjadi faktor pemicunya.
Daya tahan tubuh pun ikut terdampak. Tidur kurang dari enam jam per malam diketahui dapat melemahkan sistem imun, sehingga tubuh lebih mudah terserang infeksi bakteri maupun virus serta membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit.
Melihat berbagai dampak tersebut, para tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk menghindari kebiasaan begadang dan memenuhi kebutuhan tidur minimal tujuh jam setiap malam demi menjaga kesehatan tubuh dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....