Akupunktur Berpotensi Membantu Meredakan Gangguan Cemas
- 29 Jun 2026 10:55 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud - Gangguan cemas menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang semakin banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan rasa khawatir berlebihan, sulit mengendalikan pikiran negatif, jantung berdebar, gangguan tidur, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Menurut informasi Kementerian Kesehatan gangguan cemas yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memengaruhi kualitas hidup, hubungan sosial, serta produktivitas seseorang. Karena itu penanganan yang tepat diperlukan untuk membantu mengurangi dampaknya.
Selain terapi psikologis dan pengobatan medis, sejumlah penderita juga memanfaatkan terapi komplementer seperti akupunktur. Metode pengobatan yang berasal dari Tiongkok tersebut dilakukan dengan menusukkan jarum steril berukuran sangat halus pada titik-titik tertentu di tubuh.
Kementerian Kesehatan mengakui akupunktur sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan tradisional yang dapat diintegrasikan dengan pengobatan konvensional. Dalam praktiknya terapi ini dipercaya dapat merangsang sistem saraf pusat sehingga memicu pelepasan zat kimia alami tubuh yang berperan dalam relaksasi dan pengaturan suasana hati.
Saat seseorang mengalami kecemasan, tubuh berada dalam kondisi siaga berlebihan. Akibatnya detak jantung meningkat, otot menegang, dan hormon stres mengalami peningkatan. Akupunktur diyakini dapat membantu menenangkan respons tubuh terhadap kondisi tersebut.
Sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan terkait penggunaan akupunktur sebagai terapi pendamping bagi penderita gangguan cemas. Studi yang dipublikasikan oleh Akupunktur Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebutkan bahwa terapi akupunktur berpotensi membantu mengurangi gejala kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, serta meningkatkan kenyamanan pasien.
Manfaat yang sering dilaporkan setelah menjalani terapi antara lain berkurangnya tingkat kecemasan, membaiknya kualitas istirahat, berkurangnya keluhan fisik akibat stres, dan meningkatnya rasa rileks.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa efektivitas akupunktur dapat berbeda pada setiap individu. Tingkat keparahan gejala, kondisi kesehatan secara umum, pola hidup, serta konsistensi menjalani terapi menjadi faktor yang memengaruhi hasil pengobatan.
Karena itu akupunktur sebaiknya dipandang sebagai terapi komplementer yang mendukung penanganan utama, bukan menggantikan pemeriksaan maupun terapi medis. Anda yang mengalami gejala gangguan cemas secara berkepanjangan dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional agar memperoleh penanganan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....