Air Dingin Bisa Turunkan Tekanan Darah? Ini Faktanya

  • 28 Jun 2026 22:10 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Minum air putih yang cukup setiap hari merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh. Air berperan penting dalam membantu proses pencernaan, metabolisme, mengatur suhu tubuh, hingga menjaga fungsi organ dan membantu pembuangan zat sisa. Namun, di tengah berbagai informasi yang beredar, muncul anggapan bahwa minum air dingin dapat membantu menurunkan tekanan darah. Lantas, benarkah klaim tersebut didukung oleh penjelasan medis?

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan HealthandMe pada 7 Desember 2025, air dingin memang dapat memengaruhi respons tubuh dalam waktu singkat. Pada sebagian orang, konsumsi air dingin dapat merangsang saraf vagus, yaitu saraf yang berperan dalam mengatur detak jantung. Respons tersebut dapat memperlambat denyut jantung sehingga pada sebagian individu tekanan darah dapat menurun untuk sementara waktu.

Selain itu, paparan suhu dingin juga dapat memicu diving reflex atau refleks menyelam, yakni respons alami tubuh ketika wajah atau tubuh bersentuhan dengan air dingin. Respons ini dapat memengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah dalam waktu singkat sebagai bagian dari mekanisme penyesuaian tubuh terhadap suhu.

Direktur Penyakit Dalam di Yatharth Super Speciality Hospital, Faridabad, Dr. Rajeev Chowdry, menjelaskan bahwa efek tersebut hanya bersifat sementara dan tidak dapat dijadikan metode pengobatan maupun pengendalian hipertensi. Menurutnya, air dingin bukan pengganti obat yang diresepkan dokter ataupun pola hidup sehat yang dianjurkan untuk mengontrol tekanan darah.

Dr. Rajeev juga mengingatkan bahwa paparan suhu dingin tidak selalu memberikan efek yang sama pada setiap orang. Pada sebagian individu, suhu dingin justru dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah berpotensi meningkat.

HealthandMe menyebutkan bahwa beberapa kelompok perlu lebih berhati-hati terhadap paparan suhu dingin, di antaranya penderita hipertensi, lansia, individu dengan penyakit jantung, pasien yang mengalami gangguan irama jantung atau aritmia, serta mereka yang sedang mengonsumsi obat penurun tekanan darah.

Pada penderita hipertensi, suhu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah berisiko meningkat. Sementara itu, pada lansia, kemampuan tubuh beradaptasi terhadap perubahan suhu umumnya telah berkurang akibat elastisitas pembuluh darah yang menurun seiring bertambahnya usia.

Bagi penderita penyakit jantung maupun aritmia, paparan suhu dingin secara tiba-tiba dapat menambah beban kerja jantung, memengaruhi irama jantung, hingga memicu keluhan seperti nyeri dada pada sebagian orang. Sementara itu, individu yang mengonsumsi obat antihipertensi juga berpotensi mengalami pusing atau kepala terasa ringan apabila tubuh mengalami perubahan suhu yang ekstrem.

Meski air dingin bukan solusi untuk mengatasi tekanan darah tinggi, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan bagian penting dari pola hidup sehat. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga fungsi organ tubuh dan mendukung kesehatan secara menyeluruh, termasuk sebagai bagian dari upaya menjaga tekanan darah tetap stabil.

Karena itu, penderita hipertensi maupun penyakit jantung sebaiknya tidak mengandalkan air dingin sebagai cara untuk menurunkan tekanan darah. Setiap upaya pengendalian hipertensi perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan melalui pengobatan, pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta gaya hidup sehat agar hasilnya lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....