Kenali Skizofrenia dan Dukung Penyintas
- 27 Jun 2026 13:18 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Peringatan Hari Skizofrenia Sedunia setiap 24 Mei menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai skizofrenia sekaligus mengurangi stigma terhadap penyintas gangguan jiwa.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, mengutip dari Kementerian Kesehatan mengatakan skizofrenia merupakan gangguan mental berat yang mempengaruhi cara berpikir, emosi, perilaku, persepsi terhadap realitas, serta kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, skizofrenia bukan kepribadian ganda maupun akibat kelemahan karakter. Gangguan ini merupakan kondisi medis yang dipengaruhi kombinasi faktor genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar 24 juta orang di dunia hidup dengan skizofrenia atau sekitar satu dari 300 penduduk. Gangguan ini umumnya muncul pada usia remaja akhir hingga dewasa muda sehingga dapat berdampak pada pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial penderitanya.
"Skizofrenia dapat ditangani melalui pola hidup sehat, pengobatan antipsikotik, psikoterapi, rehabilitasi psikososial, hingga terapi lain sesuai kondisi pasien. Kepatuhan menjalani pengobatan menjadi kunci untuk mencegah kekambuhan," ujar dr. Lahargo.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung proses pemulihan. Dukungan emosional, kepatuhan terhadap pengobatan, serta lingkungan yang bebas stigma dinilai dapat membantu penyintas kembali berfungsi secara optimal.
Menurutnya banyak penyintas skizofrenia mampu kembali bersekolah, bekerja, membangun keluarga, dan berkarya apabila memperoleh penanganan yang tepat serta dukungan berkelanjutan. Oleh karena itu peningkatan literasi kesehatan jiwa menjadi langkah penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....