Kenali Faktor Risiko Enuresis, Anak Laki-Laki Lebih Rentan Mengalaminya

  • 24 Jun 2026 20:34 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Enuresis atau kebiasaan mengompol merupakan kondisi yang paling sering dialami oleh anak-anak, terutama saat tidur malam. Meski umumnya akan membaik seiring bertambahnya usia, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Menurut alodokter.com dikutip Rabu 24 Juni 2026, salah satu faktor risiko utama Enuresis adalah usia anak-anak. Pada masa pertumbuhan, kontrol kandung kemih dan sistem saraf yang mengatur proses buang air kecil belum berkembang secara sempurna sehingga mengompol masih sering terjadi.

Selain itu, anak berjenis kelamin laki-laki diketahui lebih berisiko mengalami enuresis dibandingkan anak perempuan. Faktor genetik juga memiliki peran penting. Anak yang memiliki anggota keluarga, baik orang tua maupun saudara kandung, yang pernah atau sedang mengalami enuresis memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kondisi serupa.

Faktor psikologis, seperti stres dan gangguan kecemasan, juga dapat memicu atau memperburuk enuresis. Perubahan lingkungan, tekanan di sekolah, atau masalah dalam keluarga dapat memengaruhi pola tidur dan kontrol kandung kemih pada anak.

Di samping itu, anak yang menderita Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki risiko lebih tinggi mengalami enuresis. Gangguan ini dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengenali sinyal tubuh saat kandung kemih sudah penuh.

Meski enuresis umumnya tidak berbahaya, orang tua perlu memberikan dukungan dan tidak memarahi anak yang mengalaminya. Jika mengompol terjadi secara terus-menerus, disertai keluhan lain, atau muncul kembali setelah sebelumnya berhenti, konsultasi dengan tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....