Cara Deteksi Penyakit Kanker Payudara
- 08 Mei 2026 19:08 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID,Talaud - Penyakit payudara meliputi berbagai kelainan, mulai dari tumor jinak hingga kanker ganas. Jenis umum meliputi Fibroadenoma Mammae (FAM), fibrokistik, mastitis (infeksi), dan kanker payudara. Gejala utama meliputi benjolan, perubahan tekstur kulit, nyeri, serta perubahan bentuk puting/payudara. Deteksi dini melalui SADARI dan pemeriksaan dokter sangat krusial.
Penyakit payudara berkisar dari kondisi jinak (bukan kanker) hingga kanker payudara, dengan gejala umum berupa benjolan, nyeri, atau perubahan kulit. Jenis umum termasuk tumor jinak (seperti Fibroadenoma), kista berisi cairan, perubahan fibrokistik, infeksi (mastitis), serta kanker seperti kanker payudara invasif. Diagnosis akurat memerlukan pemeriksaan medis.
Deteksi dini penyakit payudara, khususnya kanker, paling efektif dilakukan melalui metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri) sebulan sekali, 7-10 hari setelah menstruasi, serta SADANIS (Periksa Payudara Klinis) oleh tenaga medis. Waspadai benjolan keras, perubahan bentuk/ukuran, perubahan kulit (kerutan/kemerahan), atau cairan keluar dari puting (bukan ASI).
Cara Deteksi Dini Kanker Payudara, ( Kementerian Kesehatan RI /Kemnekes RI ) :
- SADARI (Periksa Payudara Sendiri): Dilakukan rutin setiap bulan untuk mengenali tekstur normal payudara Anda.
- Di Depan Cermin: Berdiri tegak, perhatikan apakah ada perubahan bentuk, ukuran, warna kulit, atau cekungan pada kedua payudara.
- Saat Mandi/Berbaring: Gunakan ujung jari (tiga jari tengah) untuk meraba seluruh area payudara dengan gerakan memutar dari luar ke dalam. Jangan lupa periksa area ketiak.
- Memencet Puting: Tekan lembut puting untuk memeriksa apakah keluar cairan abnormal (darah/bening).
- SADANIS (Pemeriksaan Klinis): Dilakukan oleh dokter atau tenaga medis terlatih, disarankan setahun sekali.
- Pemeriksaan Medis Lanjutan:
- USG Payudara: Efektif untuk mendeteksi benjolan, terutama pada wanita muda atau payudara padat.
- Mamografi: Pencitraan sinar-X khusus untuk mendeteksi kalsifikasi atau benjolan yang belum teraba.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging): Digunakan untuk deteksi lebih detail.
- Biopsi: Pengambilan sampel jaringan untuk memastikan apakah benjolan bersifat kanker atau tidak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....