Fakta Medis Tentang Kebiasaan Menelan Dahak
- 07 Mei 2026 11:03 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud : Kebiasaan menelan dahak kerap dilakukan seseorang secara tidak sadar, terutama saat mengalami flu, batuk, maupun gangguan saluran pernapasan. Banyak masyarakat menganggap menelan dahak dapat membahayakan kesehatan, padahal kondisi tersebut umumnya tidak berisiko serius bagi tubuh.
Dilansir dari Cleveland Clinic, dahak merupakan lendir yang diproduksi oleh saluran pernapasan untuk membantu menangkap debu, bakteri, virus, dan partikel asing agar tidak masuk lebih jauh ke paru-paru. Saat tubuh mengalami infeksi, alergi, atau iritasi, produksi dahak biasanya meningkat sebagai bentuk perlindungan alami tubuh.
Secara medis, Healthline menyebutkan, menelan dahak umumnya tidak berbahaya karena sistem pencernaan manusia memiliki asam lambung yang mampu menghancurkan sebagian besar kuman yang terdapat di dalam lendir tersebut. Dahak yang tertelan nantinya akan diproses tubuh dan dikeluarkan melalui sistem pencernaan.
Meski demikian, dijelaskan dalam laman Medical News Today, menelan dahak dalam jumlah banyak dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti mual, perut terasa penuh, atau tenggorokan terasa mengganjal. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, namun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
National Health Service (NHS) menjelaskan, produksi dahak berlebihan juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu, seperti flu, sinusitis, bronkitis, asma, alergi, hingga infeksi saluran pernapasan lainnya. Masyarakat diimbau untuk waspada apabila dahak berubah warna menjadi hijau pekat, bercampur darah, berbau tidak sedap, atau disertai sesak napas dan demam tinggi.
Untuk membantu mengurangi produksi dahak, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menghindari asap rokok, menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar, serta mengonsumsi makanan bergizi guna meningkatkan daya tahan tubuh.
Dengan demikian, menelan dahak bukanlah sesuatu yang perlu terlalu dikhawatirkan selama tidak disertai gejala berat. Namun, jika produksi dahak berlangsung lama atau kondisi tubuh semakin memburuk, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....